Olahan Mangrove Pangkalan Jambi Bernilai Ekonomi

Bengkalis, katakabar.com - Diakhir pekan ketiga September 2020, awal perdana Penjabat Bupati Bengkalis, Syahrial Abdi bertugas di Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis.

Pada awal tugas di Kabupaten Bengkalis, mantan Penjabat Bupati Kampar melakukan rangkaian kegiatan meresmikan sauang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Ekoswisata Mangrove di Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu.

Sebelumnya, di hari yang sama Penjabat Bupati Bengkalis ini meresmikan Ekowisata Mangrove di desa dan kecamatan yang sama.

Ekowisata Mangrove dan UMKM dari olahan mangrove yang diresmikan orang Nomor 1 di Kabupaten Bengkalis ini tak bisa dipisahkan, sebab saling terkait.

"Ekowisata Mangrove sebuah terobosan yang sangat luar biasa, dan kreatifitas yang patut didukung bersama.

Keberadaan hutan mangrove Desa Pangkalan Jambi tidak cuma sebagai ekowisata baru bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau ke depan," kata Syahrial Abdi saat acara meresmikan wisata mangrove.

Tidak cuma Ekowisata Mangrove yang menarik, ternyata Mangrove bisa diolah menjadi bahan yang bisa dijual dan bernilai ekonomi, seperti Dodol Kedabu, Minuman Kedabu, amplang lomek serta lainnya.

Jika dua usaha ekonomi kreatif ini dipadukan tidak cuma Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat. Ekonomi usaha kecil bakal meningkat bila dikelola dan dipasarkan dengan baik serta bernilai ekonomi.

Editor : Sahdan

Berita Terkait