Operasi di Selat Malaka, KKP Amankan Tiga Kapal Ikan Asing Illegal Fishing

Jakarta, katakabar.com - Iklim laut sedang ekstrim tak menghalangi tekad Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk terus menjaga kedaulatan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Kali ini, Ditjen PSDKP-KKP mengamankan 2 kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia, yang mencuri ikan dan 1 kapal Indonesia yang mengoperasikan alat tangkap trawl di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 571 Selat Malaka.

Salah satu proses penangkapan kapal ikan asing ilegal bahkan diwarnai dengan aksi kejar-kejaran dengan aparat.

“Sebagaimana arahan Pak Menteri, kami terus tegas dan menjadi garda terdepan menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Tidak ada kata kendor untuk memberantas pelaku illegal fishing," tegas Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar.

Kata Antam, 2 kapal berbendera Malaysia ditangkap saat giat operasi di Selat Malaka. Pertama, KM JHF 4631 B yang mengoperasikan alat tangkap bubu berhasil dilumpuhkan oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 03 yang dinakhodai Ardiansyah Pamuji pada Kamis (21/1) lalu, pada posisi koordinat 01?55,198' LU - 102?09,962' BT. Kedua, KM. SLFA 4107 yang mengoperasikan alat tangkap trawl ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 01 yang dinakhodai Albert Essing pada posisi 02?59,184' LU - 100?50,609'BT, pada Minggu (24/1).

"Penangkapan ini bukti kami tidak lengah apapun kondisinya. Mereka tidak mudah untuk ditangkap, bahkan kami harus kejar”, cerita Antam.

Bersama dua kapal tersebut lanjut Antam, ada 7 orang awak kapal masing-masing 3 orang Warga Negara Malaysia dan 4 orang Warga Negara Myanmar. Kedua kapal tersebut di ad hoc di dua lokasi yaitu Pangkalan PSDKP Batam dan Stasiun PSDKP Belawan.

Selain kedua kapal ikan asing ilegal tersebut, Antam mengkonfirmasi penangkapan kapal berbendera Indonesia KM. BAROENA oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 12 yang dinakhodai oleh Novry Sangian pada Sabtu (23/1). Kapal tersebut diketahui mengoperasikan alat tangkap trawl tanpa dilengkapi dengan dokumen perikanan yang dipersyaratkan.

Saat ini, Nakhoda dan awak kapal perikanan tersebut sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Pangkalan PSDKP Lampulo.

“Semua kapal tersebut kami proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menimpali, jajarannya diminta tetap waspada meski saat ini kondisi cuaca di laut sedang kurang bagus.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kondisi seperti ini justru sering dimanfaatkan para pencuri ikan. Itu sebabnya, dia telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kapal dan awak kapal.

“Penangkapan ini menjadi salah satu bukti pelaku illegal fishing berusaha memanfaatkan celah mengira tidak ada patroli di tengah kondisi laut seperti ini”

Penangkapan para pelaku illegal fishing tersebut menggambarkan komitmen dan keseriusan pemberantasan illegal fishing yang menjadi salah satu prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini, Sakti Wahyu Trenggono.

Sekedar siketahui, sebelumnya Trenggono mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang maritim untuk bersinergi dalam menjaga sumber daya laut dari praktik-praktik illegal fishing yang masih terjadi di laut Indonesia.

Editor : Sahdan

Berita Terkait