Operasional Roro 24 Jam, Adri: Sejumlah Masalah Ini Penting Diperhatikan

Bengkalis, katakabar.com - Operasional armada penyeberangan Roro Bengkalis saat ini sudah berjalan selama 24 jam. Begitu pun pelayanan dan mekanisme yang ada di penyebrangan sudah ada peningkatan.

"Masalahnya rentang kendali dan jarak tempuh dari Duri, meliputi empat kecamatan, Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, dan Talang Muandau ke ibu kota Kabupaten Bengkalis, pulau seberang Bengkalisbmasih membutuhkan waktu lumayan lama, sekitar 7 hingga 10 jam," ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis kepada wartawan lewat pesan singkat WhatsApp, pada Selasa (13/7) kemarin.

Kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, rentang kendali dan jarak tempuh lumayah jau untuk menjangkau ibu kota Kabupaten Bengkalis dari perlu manajemen tata kelola yang lebih baik kedepan. Akar persoalansepertinya bukan masalah jam operasional, tapi masalah ketersediaan jumlah armada Roro yang siap beroperasi, jelasnya.

Roro yang ada saat ini jumlahnya 5 hingga 6 Unit, yang terlihat yang beroperasi saat ini cuma tiga. Ini kurang maksimal, dan tak terelakkan terjadi antrean cukup lama. Wajar dipertanyakan management dalam membuat sistim pelayanan.

"Jumlah Roro sudah 5 hingga 6, kalau yang beroperasi cuma tiga kurang maksimal, sehingga terjadi antrean cukupa lama pada rute Pakning ke Bengkalis. Perlu roro yang lebih layak, sehat dan siap untuk berlayar," ulasnya lagi.

Schedule maintenance yang baik, itu penting biar ada jaminan jumlah minimum Roro yang beroperasi setiap saat. Lihat kemarin sesuatu yang sangat memperihatinkan, mulai ngantri pukul 14.00 WIB siang, baru nyeberang sekitar pukul 22.00 WIB hampi tengah malam. Sudahlah antre pukul 14.00 WIB, belum tampak ada tanda-tanda Roro yang masuk. Apakah kejadian serupa terulang lagi. Harapannya hal ini segera menjadi perhatian pihak terkait.

"Perhatian lebih serius mesti dilakukan untuk kelancaran aktivitas masyarakat yang berlalu lalang saat ada urusan ke ibu kota Kabupaten Bengkalis. Ingat, menyerah dengan keadaan, atau pasrah dengan ketidakmampuan yang jelas membuat masyarakat jadi susah, sebut Adri berklakar.

Editor : Sahdan

Berita Terkait