Pangkalan Lesung Gempar, Mayat Mak Arau Ditemukan di Bukit Petai

Pelalawan, katakabar.com - Warga yang berada di kawasan Kecamatan Pangkalan lesung gempar, atas penemuan sosok mayat perempuan lanju usia (Lansia) berusia Lanjut di Bukit Petai Blok R 30 Divisi F estate 7 I areal PT Musim mas Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, pasa Sabtu ( 29 /2) sekitar pukul 10.15 WIB, kemarin.

Kapolres Pelalawan, AKBP M Hasyim Risahondua, diteruskan Kasubag Humas Polres Pelalawan, Iptu Edi Haryanto mengatakan, sesosok mayat perempuan itu diketahui bernama Ode Alias Mak Arau umur 61 Tahun, warga Desa Pesaguan Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan.

Saat ditemukan, mayat itu menggunakan baju daster motif bunga hijau kombinasi hitam, Celana pendekhijau muda, Celda Pink, Cincin Dua buah, celana blue jeans dan kaos hitam lengan panjang.

"Mayat sudah periksa tim identifikasi Polres Pelalawan dan selanjutnya mayat di bawa ke puskesmas Pangkalan Lesung untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kasubag Humas Polres Pelalawan, Iptu Edi Haryanto kepada katakabar.com, Minggu (1/3)

Kronologinya begini, penemuan mayat itu berawal sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi 1, Odismen Halawa umur 27 Tahun mau kerja memanen di kebun PT Musim Mas.

Di TKP saksi 1 melihat korban Mak Ode alias Man Arau sudah terbaring, keada telentang arah langit, di tanah Bukit Petai Blok R 30 Divisi F Estate I PT Musim Mas Desa Pesaguan, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan.

Melihat kejadian tersebut saksi 1 melapor ke saksi 2, Asisten lapangan, Putra Sitepu umur 28 Tahun. Pihak perusahaan Musim Mas melapor ke Polsek Pangkalan Lesung.

Dari laporan warga, Polsek Pangkalan Lensung merespon. Kapolsek Pangkalan Lesung, AKP Nazaruddin, anggota bersama pihak Puskesmas disaksikan anggota Dewan DPRD Pelalawan, Abdul Nasib ke lokasi.

"Saat dilakuakan pemeriksaan awal oleh dokter, hasil belum ditemukan tanda tanda kekerasan terhadap korban," jelasnya.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan Otopsi, lantaran Mak Arau sudah sekitar Empat hari tidak pulang ke rumah.

Menurut keluarga Mak Arau ada mengidap gangguan kejiwaan. Pihak keluarga membuat surat pernyataan bahwa menolak untuk dilakukan otopsi terhadap yang bersangkutan, ujar Iptu Edi.

Editor : Sahdan

Berita Terkait