Pasca Ledakan, Corona Libanon Meningkat Tajam

Katakabar.com - Libanon mencatatkan penambahan kasus harian covid-19 mencapai 255 kasus pada Kamis (6/8) waktu setempat. Jumlah itu merupakan yang tertinggi sejak kasus pertama kali muncul di Libanon pada Februari lalu.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Libanon yang dilaporkan kantor berita setempat, penambahan itu membuat total kasus positif virus corona menjadi 4.604 kasus. Sebanyak 70 pasien di antaranya meninggal dunia.

Dilansir dari AFP, kondisi itu menambah panjang persoalan yang tengah dihadapi Libanon. Selain krisis ekonomi, pekan ini, dua ledakan besar juga mengguncang Kota Beirut.

Kejadian nahas yang terjadi pada Selasa (4/8) petang itu menewaskan setidaknya 135 warga dan ribuan orang terluka. Belum lagi 300 ribu warga harus kehilangan tempat tinggal.

Ledakan itu membuat banyak warga lupa menggunakan masker saat evakuasi. Pasalnya, banyak warga berdesakan dalam satu kendaraan dan terkadang harus menumpang pada orang asing.

Rumah sakit untuk pertama kalinya dibanjiri pasien selain kasus corona. Padahal, rumah sakit juga banyak yang rusak karena ledakan dahsyat yang terjadi. Tak ayal, tak semua korban luka-luka dapat terlayani.

Pemerintah Libanon sendiri telah menunda penerapan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus corona yang sedianya berakhir pada 10 Agustus.

Sejak ledakan terjadi, banyak warga berkumpul di wilayah yang paling terdampak untuk memeriksa tempat tinggal maupun tempat usaha mereka. Sukarelawan juga banyak berdatangan untuk membantu membersihkan area.
 

CNN Indonesia

Editor : Anggi

Berita Terkait