Diduga Curang di Pilkada Kepulauan Meranti

Paslon Nomor 3 Lapor Paslon Nomor Satu ke Gakkumdu

Meranti, katakabar.com - Pasangan Calon nomor urut tiga, Mahmuzin Taher (MT) - Nuriman Khair (NK) dengan tagline 'MT Beriman' datangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti lewat Kuasa Hukum SH dan Associates Advokat Pengacara Legal Comunity Jalan Raya Pekanbaru Baru Bangkinang Kilometer 16 Panam.

"Kami datangi kantor Bawaslu Kepulauan Meranti, guna melaporkan dugaan salah satu Paslon nomor urut satu mengiming-imingi sejumlah uang, lewat kartu dibagikan. Hal ini dari keterangan saksi saksi, kartu berguna selama lima tahun dan sudah dibagikan di setiap kecamatan yang ada di Kepulauan Meranti saat masa tenang, persisnya sehari sebelum pencoblosan," kata Hendri Zanita, SH MH di dampingi oleh Darulhuda, SH So MpD MH dan Syahrial, SH S.sos I kepada katakabar.com pada Jumat (11/12).

Kata Zanita, proses tahapan selama seminggu dan kami hormati proses hukum yang sudah ditangani Gerakan sentra penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kepulauan Meranti.

"Kami perkuat saksi- saksi, dan barang bukti unsur- unsur tindakan pelanggaran Pilkada di Kepulauan Meranti. Kami menunggu proses dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), lantaran itu tidak kami ucapkan selamat kepada Paslon yang menang. Kami masih menunggu hasil akhir di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti," tegas Zenita.

Kuasa Hukum MT dan NK Darulhuda mengaminkan Zenita, kami masih menunggu hasil proses laporan. Kami ke sana disambut dengan Tim Gakkumdu Kepulauan Meranti, sekitar pukul 11.00 WIB.

"Untuk proses akhir, kami tunggu dari KPU Kepualaun Meranti, tapi proses hukum tetap berjalan. Apalagi menyangkut harga diri sebagai masyarakat, dan perlu digaris bawahi pelanggaran ini terstruktur dengan masif. Untuk itu kita perkuat dengan saksi-saksi secara ril," ulasnya.

Kuasa Hukum MT dan NK Syahrial menimpali, kita sayangkan hal ini, sebab membangun Pilkada yang sehat harus ada orang tulus yang menampung aspirasi masyarakat khususnya Kepulauan Meranti.

"Kami hormati proses hukum, kejadiannya adalah satu hari sebelum pencoblosan oleh tim Paslon nomor urut satu. Saksi kita mengetahui hal tersebut di lapangan dan menemukannya dari laporan masyarakat. Kita masih mencari bukti lain untuk membantu proses hukum sedang berjalan," sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait