Pedagang Pasar Sukaramai Tak Mau Ikut Rapid Tes

Pekanbaru, katakabar com - Siang tadi Pemerintah Kota Pekanbaru gelar rapid test massal di bilangan pasar tradisional Sukaramai yang terletak di jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Sayangnya gelaran itu justru sepi dari pedagang, malah pedagang memilih tak berjualan saat gelaran upaya pencegahan penularan dan penyebaran covid-19 itu berlangsung.
 
Diduga sepinya gelaran itu dari pedagang yang memang menjadi sasaran, lantaran pedagang takut diisolasi jika ada reaksi atau gejala virus Corona itu. Seperti kata Inel (52) penjaja buah di pasar tersebut. Ia mengaku tidak mengikuti test itu karena takut diisolasi ke rumah sakit.
 
"Pedagang banyak yang takut diisolasi. Kalau dikurung di rumah sakit makan apa keluarga kita, kalau dikasih duit tak apalah, ini enggak dikasih duit," tuturnya.
 
Belakangan, kata Inel pasar itu memang sepi sejak munculnya klaster BRI yang tak jauh dari lokasi itu. Sejak dinyatakan ada beberapa pegawai Bank BRI itu dinyatakan positif Corona, pembeli yang datang ke pasar itu berkurang, sehingga pedagang banyak yang tutup.
 
"Sejak ada klaster Bank BRI, pembeli makin sepi. Ini pisang saya sudah mau busuk, empat hari tidak ada yang beli," bebernya
 
"Itu kebanyakan warga yang ikut tes, bukan pedagang," tambahnya lagi.
 
Firdaus selaku Wali Kota Pekanbaru  mengatakan, gelaran itu ditaja untuk memutus mata rantai penularan covid-19 sejak penukaran di Bank BRI itu menjadi klaster baru di Kota Bertuah.
 
"Ini upaya kita dalam percepatan penanganan covid-19 di Pekanbaru. Jadi, kalau ada pedagang yang positif segera kita lakukan protokol kesehatan agar tak menular ke orang lain," terangnya.
 
Dalam pemeriksaan itu, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan 300 alat rapid test dan swab PCR. Namun menjelang siang baru 200 orang yang terdaftar. Sementara yang sudah di rest dengan hasil negatif sebanyak 130 orang.
Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait