Pelajaran Penting Bandit Narkoba Inhil

Tembilahan, katakabar.com - HD, pemuda 30 tahun itu hanya bisa tertunduk lesu. Tak banyak kata yang terucap dari mulutnya meskipun dicecar pertanyaan oleh petugas dan awak media.

HD sengaja dihadirkan dalam ekspose tindak pidana narkoba dan penganiayaan berat di Mapolres Indragiri Hilir, Kamis.

Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman mengatakan total sabu sebanyak 197,08 gram dan 300 butir Pil Extacy warna merah dan warna hijau dengan berat 120,1 gram milik tersangka dimusnahkan dalam kegiatan ekspose tersebut.

HD pun hanya bisa pasrah saat melihat barang bukti sabu dan extacy yang dibawanya di musnahkan oleh petugas dengan cara di blender menggunakan air keras.

Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman, S.IK menyaksikan pemusnahan barang bukti didampingi Kasat Res Narkoba AKP Bachtiar, SH, Kasat Res Krim AKP Indra Lamhot, S.IK serta dihadiri Pasi Ops Kodim 0314/Inhil Kapten Tarmizi, Kajari Inhil Susilo, perwakilam Pengadilan Negeri Tembilahan Arif, SH, Perwakilan Pegadaian Tembilahan, KPLP Lapas Klass IIA Tembilahan H. Syukur dan Ketua Granat Inhil Zakaria.

Dalam kesempatan itu, ia meminta dukungan dari semua elemen serta masyarakat dalam memberantas narkoba yang merupakan musuh bersama.

“Kita harap adanya sinergitas, dukungan masyarakat secara moril dan secara fisik kepada kita, dimana narkoba ini merupakan musuh kita bersama yang harus diberantas bersama karena bisa merusak generasi bangsa,” ungkap Kapolres Inhil dalam sambutannya.

Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terharap kasus narkoba berdasarkan informasi yang diterima dari pelaku.

“Penyelidikan lebuh lanjut akan kita lakukan terhadap jaringan – jaringannya. Saya berharap rekan dari Granat Inhil dan lainnya bersinergi memberantas narkoba, khususnya di wilayah Inhil,” tuturnya.

Kasat Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar menjelaskan barang bukti yang didapat dari HD merupakan hasil penangkapan di rumahnya di Tepi Sungai Indragiri, Kelurahan Seberang Tembilahan, KecamatanTembilahan, Kabupaten Inhil, Riau, Senin (22/6) lalu.

“Dilakukan penyitaan terhadap barang bukti Narkotika, antara lain, 4 paket sedang sabu dan 1 paket kecil Shabu serta 300 butir Pil Extacy terdiri dari warna merah dan warna hijau, dengan berdasarkan surat hasil penimbangan dari PT. Pegadaian (Persero) Tembilahan,” jelas Kasat Narkoba.

Terhadap masing-masing barang bukti tersebut disisihkan menjadi dua bagian, antara lain, yaitu, 14 gram sabu dan 25 butir Pil Extacy yang terdiri dari warna merah dan warna hijau dengan berat 9,95 gram untuk sampel uji pemeriksaan secara Laboratoris di Laboratorium Forensik Polri Polda Riau di Pekanbaru dan atau untuk barang bukti di Persidangan Pengadilan Negeri Tembilahan.

Selanjutnya, sebanyak 183,08 gram sabu dan 275 butir Pil Extacy yang terdiri dari warna merah dan warna hijau dengan berat keseluruhan 110,15 gram untuk di musnahkan di tingkat Penyidikan.

“Hasil pemeriksaan barang bukti dari Laboratorium Forensik Polri Polda Riau di Pekanbaru. Secara laboratoris sampel sabu dan Pil Extacy, tersangka HD dinyatakan positif mengandung Metampetamina dan MDMA yang termasuk Narkotika golongan I dan dinyatakan bahwa barang bukti tersebut bersifat terlarang dan dilarang untuk diedarkan,” jelas Kasat.

Editor : Anggi

Berita Terkait