Tahun Akademik Baru Mulai Agustus 2020

Pembelajaran PT dan PV di Daerah Tiga Zona Tetap Dari Rumah

Jakarta, katakabar.com - Tahun akademik baru 2020 - 2021 baru mulai pada Agustus 2020 nanti, dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua warga satuan Pendidikan tinggi.

Untuk daerah masih zona kuning, oranye, dan merah sistem pembelajaran tetap dilanjutkan dengan belajar dari rumah.

Tapi, daerah zona hijau boleh dilakukan pembelajaran tatap muka dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan persyaratan-persyaratan yang sudah ditetapkan.

“Kita tidak boleh kalah dengan Covid 19. Usahakan pembelajaran yang aman dan pastikan kesehatan semua. Konsentrasi utama pada kesehatan dan keselamatan siswa, orang tua dan penyelenggara,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Nizam, di acara temu media bincang sore secara virtual di Jakarta, seperti dikutip dari Situs Resmi Kemendikbud RI, Ahad (28/6).

Dijelaskan Nizam, sebagai bentuk tanggung jawab dalam mempersiapkan penyelenggaraan tahun akademik baru di tengah Covid 19. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, sudah disiapkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Gasal 2020/2021 bagi perguruan tinggi dengan melibatkan tim ahli di bidang kesehatan.

Panduan menginformasikan perkuliahan di semester mendatang diupayakan secara dalam jaringan (daring) untuk menjamin kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

Untuk mata kuliah yang tidak bisa digantikan dengan metode pembelajaran daring, perkuliahan tatap muka menjadi alternatif terakhir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan koordinasi yang berlapis di tingkat pemerintah daerah dan gugus tugas penanganan Covid 19 dan perguruan tinggi.

“Kita siiapkan protokol untuk pembelajaran yang tidak mungkin digantikan dengan daring, seperti tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, penelitian. Untuk praktikum, beberapa teman-teman sudah membuat model-model virtual reality untuk melaksanakan praktikum."

Tapi, semuanya tidak bisa dialihkan ke teknologi dan dalam hal semacam itu mesti disiapkan protokolnya dengan memastikan keamanan dan kesehatan, tegas Nizam.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto sejalan dengan Nizam menimpali, di bidang pendidikan vokasi kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga pembelajaran yang bersifat teori tetap berlangsung secara daring.

Tapi pembelajaran bersifat praktikum tidak bisa secara daring dan pembelajaran diperbolehkan dilaksanakan di studio, laboratorium, atau lokakarya.

“Tetap dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dengan berkoordinasi dengan gugus tugas penanganan Covid19 maupun dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Untuk itu, kepada pengelola pendidikan tinggi diminta untuk membuat peraturan lebih detil lagi nantinya dikoordinasikan dengan Kemendikbud RI.

Contohnya, mesin harus didisinfektan, menggunakan masker atau face shield dan beberapa protokol kesehatan menambahkan syarat, seperti harus ada hasil rapid test di mana yang tidak reaktif baru bisa masuk ke kampus, imbau Wikan

Untuk mekanisme penyelenggaraan pembelajaran diserahkan ke pimpinan perguruan tinggi masing-masing dengan mempertimbangkan segala situasinya dan mengedepankan unsur kesehatan dan keselamatan.

"Kami minta aturannya didetilkan oleh pimpinan perguruan tinggi masing-masing. Bagi perusahaan yang bisa meyakinkan kesehatan dan keselamatan seluruh pihak dan kondisi diatur dengan baik dengan pemerintah daerah, gugus tugas serta berada di zona aman serta protokol kesehatannya dijamin dengan baik. Kami tidak dalam posisi untuk melarang, apalagi itu terkait dengan pencapaian kompetensi dan syarat kelulusan,” jelasnya. 

Editor : Sahdan

Berita Terkait