Dari Rakernas Coaching Clinic Virtual

Pemda Wajib Lengkapi Syarat, Baru DAU, DBH dan DOK Disalurkan

Bengkalis, katakabar.com - Coaching clinic merupakan pembimbingan singkat dalam bentuk pelatihan atau sesi perorangan yang ditujukan untuk penguasaan pengetahuan dan kecakapan di bidang tertentu. Istilah coaching clinic Kali pertama dipopulerkan di dunia olahraga, tapi saat ini tidak hanya identik dengan penguasaan keterampilan fisik.

Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara dalam penanganan pandemi Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional serta mendorong optimalisasi penggunaan teknologi informasi di era adaptasi kebiasaan baru, Kementerian Keuangan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan lewat virtual coaching clinic temanya, "pengembangan keuangan" ini diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, Heri Indra Putra, bertempat di Ruang Rapat Kantor BPKAD Bengkalis, kemarin.

Narasumber Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Madya -DTU-DJPK, Mahartha Titi mengatakan, kegiatan coaching clinic ini dipandang sangat penting, dalam rangka meningkatkan pengelolaan keuangan yang efektif. Transparan, dan akuntansi dalam mewujudkan good governance dan clean goverment. 

Pengelolaan keuangan ini didasarkan pada pengelolaan kebijakan dana transfer umum yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Otonomi Khusus (DOK), serta Dana Keistimewaan dan Dana Desa.

Kata Mahartha, penyaluran dana-dana ini nantinya dilakukan untuk penanganan Covid 19 dan memulihkan kembali ekonomi di masa pandemi Covid 19. Untuk itu seluruh Pemerintah Daerah se Indonesia wajib menyampaikan syarat tambahan di pusat. 

"Apabila Pemerintah Daerah tidak memenuhi persyaratan penyaluran atau sampai melampaui batas waktu, tambahan bantuan pendanaan pada tahap I, II, III dan IV tidak disalurkan," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis komitmen bersama dan saling berkoordinasi dan berkolaborasi terkait penyaluran dana-dana ini bersama instansi terkait, kata Heri Indra Putra singkat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkalis, Aulia, Sekretaris BPKAD, R. M. Zamri, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Imam Subchi, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Bengkalis, Sudadi, Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (IPW) Bappeda Bengkalis, Muhammad Azmir dan Kasubbid Manajemen BPKAD Bengkalis, Tuti Andayani turut mendampingi CC pengembangan secara virtual itu.

Editor : Sahdan

Berita Terkait