Penasehat Hukum Husin Temukan Banyak Kejanggalan

Duri, katakabar.com - Penasehat Hukum Husin, Bobson Samsir Simbolon lewat press release kepada katakabar.com pada Rabu (4/12) kemarin mengatakan, soal adanya proses penyidikan terhadap dugaan tidak pidana asusila yang disangkakan kepada kliennya, Husin. 

Selaku Tim Penasehat hukum sudah melakukan pemeriksaan berkas berkas dan pihak pihat terkait yang mengetahui perkara. 

Dari pemeriksaan itu, banyak kejanggalan yang ditemukan dalam pemberitaan di media meliputi, proses penetapan tersangka dan penyidikan yang dilakukan.

Berikut kejanggalan tersebut pertama, klien kami, Husin tidak pernah dilakukan "penangkapan" sebab, sebelum di tahan Husin sudaj berada di Polsek Mandau sebagai saksi atas pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang kepada rekan kerja tersangka, ujar Bobson.

Kata Penasehat Hukum Husin ini, setelah laporan pengeroyokan dilaporkan rekannya. Ada orang melaporkan dugaan tindak pidana asusila dan menuduh Husin sebagai pelakunya.

"Pelapor Husin ternyata, istri dan ipar dari tersangka pelaku pengeroyokan yang dialami rekannya", 

Ke Dua, atas laporan dugaan tindak pidan asusila yang disangkakan kepada Husin. Berdasarkan saksi saksi yang diperiksa jumlah Lima orang, tidak satu orang pun menyaksikann Husin yang melakukan tindak pidana asusila.

Saksi kata Bobson, cum melihat seorang pria mengenderai sepeda motor memakai jaket dan helm memepet temannya (korban) dan saksi tidak bisa memastikan seorang pria yang dilihatnya itu ialah Husin.

Dilanjutkan Bobson, ke Tiga, dasar penetapan tersangka kepada Husin dinilai berdasarkan asumsi, menghubungkan antara pendapat saksi sakso dengan pakaian yang dikenakan klien kami saat di kantor polisi.

"Tidak ada fakta yang kuat dan nyata membuktikan Husin yang dilihat saksi saksi saat kejadian berdasarkan keterangan korban".

Ke Empat, setelah terjadi tindak pidana asusila yang di alami korban, pihak korban tidak langsung melapor ke polisi. Tiga Jam setelah kejadian baru pihak korban datang bersama suami, ipar serta temannya mendatangi Husin dan rekan rekannya ke tempar kerja.

Di sana (tempat kerja) tersangka, suami dan ipar korban emosional dan  mengamuk sambil tanya satu per satu mulai dari Husin hingga rekan rekan kerjanya. Bahkan, korban menunjuk dan menuduh Husin pelakunya membuat suami dan ipar korban melakukan pengeroyokan terhadap rekan Husin.

Setelah pengeroyokan kata Bobson, korban mengaku bukan itu pelakunya dan tidak bisa memastikan siapa sebenarnya pelakunya diatara semua orang yang ada di lokasi tempat bekerja itu, termasuk Husin bukan pelakunya dari keterangan korban. Lantas, kerabat Husin meminta agar semua yang berada di tempat bersama sama ke Polsek Mandau.

Di Polsek Mandau, korban membuat laporan dan menuduh Husin pelakunya. Sementara, Husin ikut ke Polsek Mandau untuk menjadi saksi atas pengeroyokan yang dialami rekannya yang dilakukan suami dan ipar korban.

Menurutnya, kejanggalan tersebut hanya beberapa dari banyaknya kejanggalan yang ditemukan. Itu sebabnya, kami sangat merasakan dan menduga ada yang tidak beres dalam proses penyidikan.

Tidak cuma itu, kami rasakan status tersangka terhadap Husin adalah dipaksanakan tanpa dasar yang kuat.

Untuk itu, kami akan melakukan upaya upaya hukum agar Husin mendapatkan keadilan dalam masalah hukum yang dihadapinya saat ini, sebut Bobson.

Menanggapi itu, Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Hariyadi kepada sejumlah awak media lokal Duri Kamis (5/12) siang mengatakan, semua pihak boleh saja berasumsi dan berpendapat tapi untuk ranah penyidikan dalam perkara tersebut adalah wewenang penyidik, semua pasti sesuai dengan ketentuan yang ada, ujarnya singkat.

 

Editor : Sahdan

Berita Terkait