Pengacara Amril Mukminin : Baru Sidang Pertama, Tapi Sudah Memfitnah

Pekanbaru, Katakabar.com - Tim kuasa hukum Amril Mukminin, Faizil Adha SH, menanggapi rumor yang beredar soal penyeretan nama Kasmarni dalam kasus dugaan gratifikasi yang menjerat Bupati Bengkalis nonaktif itu. Pasalnya, pasca sidang perdana Amril sebagai terdakwa pekan lalu, banyak serangan politik terhadap istrinya, Kasmarni.
 
Faizil menjelaskan, bahwa dana tersebut adalah murni bisnis dan telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bagian dari hasil kerja pribadi kliennya, Amril Mukminin.
 
"Klien kami sudah melaporkan ke KPK melalui Laporan harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bahwa uang itu adalah hasil pendapatan bisnis kerja sama antara Pak Amril dengan pihak perusahaan, dan hal ini lumrah ketika suami berbisnis menggunakan rekening istrinya jadi jangan dikaitkan-kaitkan," katanya, Kamis (2/7).
 
Faizil curiga adanya unsur politik oleh pihak-pihak tertentu jelang Pilkada serentak akhir tahun ini.
 
Menurutnya, bisnis yang dijalankan oleh Amril Mukminin dan beberapa pihak perusahaan tersebut tidak bertentangan dengan hukum apapun. Karena bisnis tersebut sudah sebelum Amril menjadi Bupati.
"Bagaimana mungkin seseorang yang berbisnis dan menerima keuntungan dari bisnis yang dia jalani kemudian dianggap telah melakukan tindak pidana korupsi atau gratifikasi," kata Amril.
 
Bukan hanya usai sidang pertama, tapi juga setelah Kasmarni mendapat SK dari sejunlah partai untuk maju di Pilkada Bengkalis, serangan politik terus dilakukan tim lain.
 
Kasmarni selaku isteri Amril Mukminin didukung oleh sebagian besar tokoh masyarakat kabupaten Bengkalis untuk maju pada Pilkada serentak tahun ini.
 
Menyusul kemudian dukungan sejumlah partai termasuk PAN yang menerbitkan SK dukungan untuk pasangan Kasmarni-Bagus Santoso.
 
Mulai saat itu, banyak peran aktor balik layar yang kemudian seakan-akan menarik Kasmarni dalam dugaan perkara Amril Mukminin yang sama diketahui adalah murni bisnis pribadi.
 
Dia menilai, tujuannya serangan itu untuk menjegal Kasmarni agar mengurangi citra, elektabilitas hingga gagal bertarung pada Pilkada serentak yang dihelat akhir tahun ini. 
 
Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait