Pengusaha India Ditangkap karena Bakar Barang Buatan China

Pekanbaru, Katakabar.com - Setelah bentrokan pecah antara tentara India dan China di wilayah perbatasan di sepanjang Garis Kontrol di Ladakh, muncul sentimen anti China di India. Seorang pengusaha yang juga pemimpin sebuah badan asosiasi para pedagang mengampanyekan boikot barang buatan China di Delhi pada 10 Juni.

Sekjen Nasional Konfederasi Seluruh Pedagang India (CAIT), Praveen Khandelwal ditangkap polisi saat berusaha membakar barang-barang produk China di wilayah Karol Bagh, Delhi. Demikian dikutip dari Sputnik News, Selasa (23/6).

Dalam unjuk rasa menyerukan balasan atas tewasnya 20 tentara India dalam bentrokan dengan tentara China, CAIT - lembaga yang memayungi hampir 70 juta anggota - menyerukan agar membakar barang buatan China.

"Para pedagang dan konsumen di seluruh negara ini telah menunjukkan antusiasme yang besar dan dukungan luar biasa untuk memboikot barang-barang China," kata Praveen Khandelwal.

Dia menambahkan, kampanye anti barang China juga akan digaungkan saat festival Rakhi pada Agustus mendatang, ketika para perempuan India akan mengikat "rakhi buatan India" ke tangan saudara-saudara mereka, bukan rakhi yang diproduksi China.

Sebelumnya, konfederasi ini menyerukan pemboikotan 500 barang China termasuk mainan, perabotan kain, tekstil, dan berbagai jenis barang lainnya.

Alasan pemboikatan karena India memiliki sumber daya yang cukup untuk memproduksi barang-barang tersebut, badan perdagangan mengatakan kepada media bahwa "tujuan CAIT adalah untuk mengurangi impor barang jadi China sebesar USD 13 miliar pada Desember 2021, dengan kerja sama para pedagang dan warga negara India."

Sementara itu, beberapa insiden terjadi di India di mana orang-orang direkam sedang membakar barang-barang China atau menghancurkannya di jalan saat berunjuk rasa.

Hubungan antara India dan China memanas setelah bentrokan di perbatasan atas wilayah yang disengketakan di Lembah Galwan di Ladakh timur, di mana kedua negara saling tuding telah melanggar perbatasan de-facto.

Sementara India kehilangan 20 tentara, termasuk seorang perwira komandan, China belum mengungkapkan jumlah korban di pihak mereka. Kedua negara terlibat dalam dialog untuk menyelesaikan masalah ini.

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait