Perluasan Insentif Fiskal Beri Dampak Positif bagi Sektor Parekraf

Jakarta, katakabar.com - Keputusan pemerintah lewat Kementerian Keuangan yang memperluas sektor usaha penerima berbagai insentif fiskal untuk menekan dampak Covid 19, bisa memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menjelaskan, pariwisata dan ekonomi kreatif salah satu sektor yang paling terdampak dari virus Covid 19. Keputusan perluasan insentif pajak bagi Sebelas sektor lain di luar manufaktur, diharapkan dapat menjaga keberlangsungan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah tekanan dari dampak Covid 19.

"Keputusan perluasan insentif pajak sesuai harapan bersama, industri di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif turut mendapatkan insentif pajak mempermudah industri dalam menghadapi dampak dari Covid 19 ini," kata Wishnutama, pekan kedua April 2020 lewat siaran persnya seperti dikutip dari Situs Resmi Kemenparekraf.

Sejak kemunculan Covid19 ujar Wishnutama, Kemenparekraf/Baparekraf sangat menyadari kondisi itu memberikan pengaruh besar terhadap industri pariwisata. Kemenparekraf langsung merancang berbagai strategi untuk dapat membantu menjaga industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tiga tahapan yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf untuk merespons dampak Civid 19 meliputi, tanggap darurat, pemulihan (recovery) dan normalisasi. Masa tahap tanggap darurat ini, Kemenparekraf/Baparekraf fokus upaya pencegahan penyebaran Covid 19 serta langkah-langkah untuk mendukung industri atau pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Berkoordinasi dengan Kementerian danLembaga terkait agar para pelaku parekraf bisa menerima insentif. Tujuannya dapat meringankan beban dan biaya operasional para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, arahnya kemudian dapat mengurangi kemungkinan PHK karyawan di sektor itu.

"Ragam usulan terus disampaikan kepada Kementerian dan Lembaga lain biar ada sinergi yang baik untuk meminimalkan dampak Covid 19 terhadap sektor parekraf,” bebernya.

Menparekraf pun mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk saling membantu menghadapi kondisi yang tidak mudah ini.

"Kemenparekraf saat ini sudah membuka jalur pengaduan dan pelaporan melalui call center dan website untuk melaporkan kondisi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan membentuk Pusat Krisis Terintegrasi," sebutnya.

Sekedar diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan, pemerintah memutuskan memperluas insentif perpajakan bagi Sebelas sektor lain di luar manufaktur guna memastikan perusahaan bisa bertahan di tengah hantaman virus COVID-19. 

Kesebelas sektor, seperti transportasi, perhotelan dan perdagangan serta lainnya.

Insentif pajak meliputi pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) untuk karyawan, restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat, serta pengurangan angsuran 30 persen PPh Pasal 25.

 

Editor : Sahdan

Berita Terkait