Perusahaan Minyak Negeri Paman Sam Bangkrut

Katakabar.com - Diamond Offshore, perusahaan minyak AS, mengajukan pailit di tengah kejatuhan harga minyak mentah dunia. Perusahaan mengaku tekanan bisnsi yang dialami selama 4-5 tahun terakhir semakin diperparah dengan kondisi harga yang anjlok di tengah penyebaran virus corona.

Diamond Offshore merupakan perusahaan minyak dengan jaringan kantor perwakilan di Australia, Brasil, Mexico, Norwegia, Skotlandia, hingga Singapura. Perusahaan tercatat mempekerjakan lebih dari 2.500 orang.

Dalam 4-5 tahun terakhir, perusahaan mencatat kerugian dalam neraca keuangannya. Puncaknya, perusahaan merugi US$357 juta pada 2019 lalu. Kerugian ini dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Selama lima tahun terakhir, perusahaan membukukan kerugian total US$1,2 miliar.

Mengutip CNN.com, Selasa (28/4), perusahaan memiliki utang jangka panjang hampir US$2 miliar per 31 Desember 2019. Sementara, arus kas tunai yang tersisa di kantong perusahaan hanya US$156 juta.
CEO Diamond Offshore Marc Edwards mengungkapkan setelah meninjau dengan cermat, manajemen menyimpulkan alternatif terbaik ke depan bagi perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya adalah mencari perlindungan kebangkrutan atau pailit.

"Melalui proses ini (pengajuan pailit) kami bermaksud merestrukturisasi neraca keuangan kami untuk mencapai tingkat utang berkelanjutan dan memposisikan kembali bisnis demi kesuksesan jangka panjang.

Menurut BankruptchyData.com, Diamond adalah perusahaan minyak kelima yang tercatat dalam bursa saham yang mengajukan pailit dalam 30 hari terakhir sejak penyebaran penyakit covid-19. Diperkirakan, jumlahnya akan terus meningkat.

Perusahaan kelas kakap Whiting Petroleum (WLL) juga telah mengajukan pailit pada 1 April. Perusahaan pernah naik daun dengan penjualan sebesar US$1,6 miliar per tahun.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berjanji mencegah gelombang kebangkrutan dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di perusahaan minyak.
Dalam cuitannya, Selasa (21/4), Trump menginstruksikan Sekretaris Departemen Energi dan Keuangan merumuskan rencana penyediaan dana guna membantu perusahaan minyak dan gas.

Trump tidak memberi penjelasan lebih rinci, namun menjelaskan tujuan agar perusahaan dan pekerja aman dalam jangka waktu yang panjang.

Sehari sebelumnya harga minyak AS jatuh hingga minus untuk kali pertama. Hal itu disebabkan kelebihan pasokan seiring melemahnya permintaan di tengah pandemi corona.

Editor : Anggi

Berita Terkait