Pesawat N219 Versi Amfibi Akan Meluncur, Sokong Wisata Laut

Katakabar.com - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menyatakan pesawat buatan dalam negeri N219 akan memiliki versi amfibi. Pesawat versi itu diklaim dapat lepas landas di permukaan air.

"Pesawat N219 pada nantinya juga akan terdapat versi pesawat amfibi yang dapat lepas landas di permukaan air selain di bandara biasa," ujar PTDI dalam laman resmi, Selasa (29/12).

PTDI berharap kehadiran pesawat N219 versi amfibi dapat bermanfaat bagi pariwisata di Indonesia, terutama pariwisata laut. Sebab, saat ini diketahui wisata laut di Indonesia hanya bisa diakses oleh kapal laut.

Lebih lanjut, PTDI mengatakan pengembangan pesawat N219 amfibi sedang dalam tahapan Preliminary Design. Setelah itu, N219 amfibi akan masuk dalam tahap Prototyping & Structure Test, dan Development Flight Test.

"Ditargetkan dapat diperoleh ATC Award pada tahun 2024," kata PTDI.

Pesawat N219 yang merupakan hasil kerjasama PTDI dan LAPAN telah memperoleh Type Certificate dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan.

Proses sertifikasi diklaim merupakan proses terpenting untuk menjamin keamanan dan keselamatan, mengingat pesawat tersebut kedepannya akan digunakan oleh pengguna dan masyarakat umum.

Fasil pengujian DKPPU, pesawat N219 dinyatakan telah memenuhi CASR Part 23 (Airworthiness Standards for Aeroplanes in the Normal, Utility, Acrobatic or Commuter Category).

Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan berkata prototipe pesawat pertama N219 Nurtanio telah menjalani Flight Cycle sebanyak 250 cycle dan Flight Hours sebanyak 275 jam.

Sedangkan prototype pesawat kedua N219 telah menjalani Flight Cycle sebanyak 143 cycle dan Flight Hours sebanyak 176 jam.

"Sehingga secara total pesawat N219 telah menyelesaikan 393 Flight Cycle dan 451 Flight Hours dalam proses sertifikasi ini," kata Gita.

Berdasarkan hasil assessment oleh PT Surveyor Indonesia tahun 2019, nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pesawat N219 sebesar 44,69 persen. Direncanakan TKDN dari N219 ke depan bisa 50 persen.

Produksi awal pesawat N219 akan dibuat 4 unit pesawat N219 dengan menggunakan kapasitas produksi yang saat ini tersedia.

CNN Indonesia

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait