PN Pelalawan Vonis Simon Siahaan Dua Tahun Penjara, JPU Banding

Pelalawan, katakabar.com - Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan resmi mengajukan banding terhadap kasus penggerebekan keterlibatan Simon Siahaan (SS) oleh Direktorat Polda Riau, Tim Harimau Kampar, hasil pengembangan kasus dari Bukit Batu dengan berat barang bukti (BB) 20 kilogram sabu, pada Selasa (11/10) lalu.

Pengembangannya di Pelalawan, salah satu diduga penerimaan uang atau pengedali di kost Kanza di Jalan Pemda Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Dalam penggrebekan, ditemukan sembako sebanyak 51 paket berlogo pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati, nomor urut 4 Adi Sukemi - M Rais.

Kasus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, vonis itu diketuai Majelis Hakim Bambang Satyawan didampingi dua Hakim anggota, Rahmat Hidayat Batubara dan Joko Ciptanto.

Hakim Ketua memvonis, Simon Siahaan, 2 tahun 4 bulan penjara, dengan denda Rp200 juta, subsider 2 bulan kurungan.

Sementara, JPU Kejari Pelalawan menuntut 3 tahun penjara atau selama 36 bulan, dengan pidana denda terhadap terdakwa sebesar Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan.

"Putusan di bawah ancaman pidana minimal sebagaimana yang diatur dalam undang-undang. Semula tuntutan 3 tahun, kita keberatan dan mengajukan banding. Kami sudah nyatakan dan mengirimkan Memori Banding ke Pengadilan Tinggi Riau lewat Pengadilan Negeri Pelalawan," tegas Kajari Pelalawan, Nophy Thennophero Suoth, diteruskan Kasi Pidum, Riki Saputra kepada katakabar.com lewat selulernya, Kamis (21/1).

Terdakwa, Simon Siahaan terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pilkada tahun 2020. Dengan melanggar Pasal 187 A jo Pasal 73 ayat (4) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 terangnya

Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020. Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang jo Pasal 53 ayat (1) KUHP.

Atas percobaan penyebaran sebanyak 51 paket sembako milik pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Pelalawan, Adi Sukemi - Muhammad Rais.

Editor : Sahdan

Berita Terkait