Polda Riau Amankan Satu Pelaku Perusak Mobil Polantas

Pekanbaru, Katakabar.com - Ditreskrimum Polda Riau amankan satu pelaku perusak mobil Polantas yang terparkir di lataran Gran Tjokro Hotel Pekanbaru, pada Kamis (08/10) lalu. Pelaku kala itu ikut dalam barisan massa yang menggelar aksi penolakan UU Cipta Kerja di DPRD Riau.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto tidak menampik terkait pengamanan pelaku tersebut. "Sedang diperiksa intensif," kata Sunarto, Senin (12/10).

Sementara, Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat di konfirmasi menjelaskan baru satu orang yang berhasil diamankan. 

"Baru satu orang lainnya masih kita kejar," terangnya.

Sementara ditanya apakah pelaku adalah massa bayaran, Ia mengatakan masih dalam pendalaman.

Sebelumnya beredar video terkait permintaan maaf dari pelaku perusak mobil tersebut. Dalam video tersebut pelaku mengaku bernama Guntur. Dalam video 26 detik itu, Ia mengakui telah melakukan perusakan mobil Polantas berjenis sedan tersebut. 

Selain itu, Ia juga mengaku bukan merupakan mahasiswa dan mendapatkan almamater Universitas Lancang Kuning (Unilak) dari kawannya.

Sebagai pengingat, satu unit mobil polisi lalu lintas ringsek akibat menjadi sasaran amukan mereka.

Bukan hanya itu, Ia dan sejumlah personel lainnya juga sempat menjadi sasaran massa saat terjadi kericuhan pada aksi itu. Lemparan batu dan botol plastik bekas air mineral dilemparkan pengunjuk rasa kepadanya saat Ia tengah mengatur lalu lintas.

"Iya, kita sempat dikejar tadi saat sedang mengatur lalu lintas," paparnya.

Dengan kejadian itu, Ia bersama personel lainnya bergegas meninggalkan kerumunan dan mengamankan diri di sekitaran lingkungan DPRD Riau.

Beruntung kejaran massa tersebut sempat dihalangi oleh sejumlah mahasiswa dan menenangkan massa agar tidak melempari petugas polisi.

Saat itu, aksi unjuk rasa itu diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Riau. Tak hanya itu hadir juga buruh yang turut menolak Undang Undang Cipta Kerja yang sempat disahkan oleh DPR RI beberapa waktu lalu.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait