Polda Riau Gagalkan Peredaran 344 Dus Rokok Ilegal, Dua Pelaku Diamankan

Pekanbaru, katakabar.com – Personel Ditresnarkoba Polda Riau menggagalkan peredaran 344 dus rokok ilegal. Rokok merek Luffman tanpa cukai itu rencananya akan diedarkan oleh pelaku ke masyarakat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Suhirman mengatakan, pengungkapan itu berawal dari informasi kalau ada peredaran narkoba di Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

“Lalu tim langsung menuju Perawang. Ternyata bukan narkoba, tim malah menemukan ratusan dus rokok yang diangkut dengan truk Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi BB 9024 LF,” jelas Suhirman, Kamis (7/5).

Dia mengatakan, penangkapan dilakukan di simpang Perawang, Selasa (5/5) sekitar pukul 03.00 WIB. Selanjutnya penanganan perkara dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

"Sudah dilimpahkan ke Ditreskrimsus," kata perwira menengah jebolan Akpol 1991 ini.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Andri Sudarmadi, mengatakan,  ada 344 dus rokok merek Luffman yang disita. Terdiri dari 228 dus rokok warna merah dan  dan 116 dus rokok warna abu-abu.

Rokok itu dibawa menggunakan truk Mitsubishi Fuso BB  9024 LF  dengan sopir berinisial AS (33), warga Jalan Pinggir, Pasar Perdus, Kabupaten Serdang Begadai, Provinsi Sumatera Utara. Pengangkutan rokok diawasi oleh S (30), warga Kabupaten Kuala Tungkal, Jambi.

"Dua pelaku telah kami amankan beserta barang bukti truk dan 344 dua rokok merek Luffman. AS merupakan sopir serep atau cadangan sedangkan S sebagai pengawas," jelas Andri.

Dia menjelaskan tidak ada dokumen pengangkutan rokok. Untuk mengelabui aparat, truk itu disebut membawa makanan ringan. "Surat jalan barang yang diangkut tertulis berisi makanan ringan berupa ciki-ciki," kata Andri.

Kedua pelaku masih diperiksa intensif untuk pengembangan penyidikan. Pelaku diisangkakan melanggar Pasal 199 ayat (1) Jo Pasal 114, Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Selanjutnya,  Permenkes RI Nomor 28 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Permenkes RI Nomor 56 Tahun 2017 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau dan/atau Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1)  huruf i.

Undang-Undang RI Nomor  8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat (1)  Undang-Undang RI No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan  Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait