Polda Riau Hentikan Pelarian Pelaku Pembunuhan Wanita Dikubur di Septic Tank

Kampar, katakabar.com - Tim Jatanras Polda Riau akhirnya berhasil menghentikan pelarian tersangka pembunuhan wanita hamil yang dikubur pada galian septic tank di Perumahan Griya Sakti Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kampar.

Pelaku yang merupakan suami dari korban, Siti Hamidah bernama AIP alias Alex umur 28 tahun ditangkap di sebuah gudang Kelapa yang berlokasi di wilayah Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa (22/6) lalu.

Pengungkapan Kasus yang sempat viral beberapa waktu lalu ini, diekspos langsung Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi pada konferensi pers yang digelar  Rabu sore (23/6) kemarin, didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Riau serta Kapolres Kampar, AKBP Mohammad Kholid, di Mapolda Riau Jalan Pattimura Kota Pekanbaru.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Jumat siang (21/5/) sekira pukul 12.00 WIB lalu. Saat itu terjadi pertengkaran antara korban dengan tersangka AIP (suaminya) yang dipicu kecemburuan pelaku terhadap korban yang dituduhnya berselingkuh, ujar Kapolda Riau.

Dari pengakuan tersangka AIP kata Irjen Pol Agung, pelaku sempat mencekik korban hingga pingsan dan kemudian menyeretnya ke kamar. Setelah itu pelaku menyekap mulut korban hingga akhirnya meninggal dunia.

Saat kejadian, anak-anak korban, Brian umur 11 tahun, Aidil umur 7 tahun, dan Klara umur 5 tahun sedang berada di Ruang Tengah, mereka mendengar keributan tapi tidak ada yang berani melihat, ceritanya.

Setelah korban meninggal dunia sambung Kapolda Riau, tersangka AIP mencari akal untuk menghilangkan jejak, dan sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka menelepon mantan adik ipar korban, Sri Rahayu bermaksud ingin menitipkan anak-anak korban, dengan alasan dirinya sedang bertengkar dengan istrinya.

Tersangka berangkat mengantar ketiga anak-anak korban sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan sepeda motornya, tiba di rumah Sri Rahayu Parma Dewi di Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar sekira pukul 16.00 WIB.

Terus pada pukul 18.00 WIB, tersangka menghubungi saksi M Junaidi untuk menggali tanah di samping septic tank yang berada di halaman rumahnya dengan alasan ada kerusakan.

Dua jam kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB, saksi M Junaidi selesai melakukan penggalian lalu pulang ke rumahnya untuk mandi. Pada pukul 21.00 WIB saksi M Junaidi datang kembali ke rumah tersangka dan melihat hasil galiannya sudah tertutup tanah yang diakui dilakukan tersangka dengan alasan kerusakan sudah dapat diperbaiki dan Tersangka menutup kembali galian tersebut.

Selanjutnya pada 30 Mei 2021, tersangka meminta tolong pada ibunya untuk dijemput pulang kampung ke Bukittinggi dengan alasan dirinya sedang sakit. Tersangka dijemput adiknya pada 1 Juni 2021  dan berangkat ke Bukittinggi, Sumatera Barat.

Tidak sampai di situ, pada Selasa (8/6) sekitar pukul 07.30 WIB, kakak korban, Achmad Sutanto mendatangi rumah Tersangka di TKP dengan maksud memeriksa keadaan adiknya sudah 2 minggu tidak ada kabar dan lama tidak pulang ke rumah.

Di sana, kakak korban mendapati rumah dalam keadaan kosong, dan bertemu dengan saksi M Junaedi yang bercerita kepada kakak korban, pernah disuruh AIP untuk menggali tanah di halaman rumah Tersangka dengan alasan memperbaiki septic tank, tapi saat kembali galian tersebut sudah ditutup kembali tersangka.

Mendengar informasi tersebut kakak korban semakin curiga dan memanggil pihak keluarga korban untuk datang ke TKP. Selanjutnya mereka menggali kembali bekas galian yang telah ditutup. Saat itu ditemukan jenazah korban dalam galian dan selanjutnya kakak Korban melaporkan kejadian ini kepada pihak Kepolisian untuk pengusutan lebih lanjut.

Setelah berita penemuan jenazah korban viral, tersangka yang mengetahui hal, dan melarikan diri dari Sumbar ke Pulau Jawa, dalam pelariannya tersangka sempat ke Jakarta, Jawa tengah, dan Jawa Timur, akhirnya ditangkap Tim Jatanras Polda Riau pada Selasa (22/6) lalu di sebuah Gudang Kelapa yang berada di daerah Desa Patian, Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Kapolda Riau menjelaskan, Tim penyidik nanti bakal merekonstruksikan kejadian ini, untuk menyingkap fakta-fakta atas kejadian tersebut.

"Tersangka AIP akan dijerat dengan pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana," tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait