Polda Riau Sita 117 Kilogram Sabu Dan 1000 Pil Ekstasi Dari 7 Jaringan Malaysia

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah Provinsi Riau berhasil gagalkan peredaran narkotika tujuh jaringan Malaysia di Riau, dan amankan barang bukti total 117 kilogram sabu dan 1000 butir ekstasi.

Pengungkapan penyalahgunaan narkotika tersebut dilakukan bersama Bea Cukai, dan Kemenkumham Riau itu mulai dati Rabu (18/8) hingga Senin (13/9) lalu.

“Kita ungkap peredaran narkoba yang dilakukan 7 jaringan narkoba yang beraksi di wilayah Riau,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, didampingi Kakanwil Kemenkumham Riau, Pujo Harinto dan Kepala DJBC Riau, Agus Yulianto, Tokoh masyarakat, Fachri Yasin di Mapolda Riau, pada Jumat (17/9).

Pengungkapan pertama yang dilakukan pada Rabu(18/8), berhasil menggulung kelompok jaringan Malaysia Bengkalis dan Pekanbaru. Dari jaringan ini diamankan barang bukti 3 kilogram sabu dan 1000 butir ekstasi, ditangkap di Pekanbaru.

“Kita grebek di pangkalan Travel yang bakal dikirim ke wilayah Lampung, ini dikendalikan AH yang ditangkap di Ciamis. Dia mengendalikan narkoba masuk dan didistribusikan melalui tersangka NS yang ditangkap di Pekanbaru. Jaringan Malaysia yang mengendalikan ini melalui kurir yang dikendalikan seseorang dari Malaysia, nanti diterima AH dan hasilnya diserahkan kepada pelaku di Malaysia,” ulas Agung.

Tangkapan kedua pada Kamis (26/8), 2 kilogram sabu yang rencananya dikirim ke Jambi berasal dari Malaysia.

Penangkapan kedua ditangkap tersangka berinisial ES dan barang bukti 2 kilogram sabu. Dia bekerja sama dengan HT yang membawa sabu ini ke Jambi, tapi berhasil disergap saat di Pekanbaru. Jaringan ini dikendalikan LP yang ada di Malaysia.

Selanjutnya, penangkapan ketiga dilakukan jajaran Polda Riau pada Minggu (29/8), Polda Riau membongkar paket Cargo yang membawa sabu seberat 4 kilogram, dikemas dalam kemasan roti kaleng.

Cara penyimpanan narkoba dalam kaleng roti digunakan para bandar untuk mengelabui aparat penegak hukum agar pengiriman sabu itu berhasil kepada pembeli.

“Ini berkat kerja sama yang baik dengan penyelenggara cargo, sehingga kita bisa menggagalkan 4 kilogram sabu yang ditaruh dalam kaleng roti. Ini seakan-akan paket roti. Ini dikendalikan dari Malaysia, melalui becak laut dengan tersangka RP ditangkap di Pekanbaru. Dari pengembangan tersangka sudah dua kali mengirim sabu dengan cara ini, RP bekerja sama dengan lapas yang ada di Lampung selatan, kita tangkap tersangka RD, ini rencananya didistribusikan di Lampung,” jelas Agung.

Terus, ada tangkapan ke 4 dalam sebulan terakhir, yang dilakukan Polresta Pekanbaru. Dimana para pengedar narkoba menggunakan kos-kosan yang ada di Pekanbaru, untuk mengelabui aparat penegak hukum.

“Ada jaringan yang memanfaatkan kos-kosan, mereka sewa tempat kos lalu siapkan barang di situ. Tapi berhasil kita tangkap, dan sebanyak 13 kilogram sabu diamankan. Di kos ini sudah dua kali dilakukan transaksi narkoba."

Jendral berbintang dua itu menjabarkan, tangkapan ke 5 dilakukan Polda Riau bersama Polres Bengkalis di wilayah Rupat, pada Selasa (7/9).

Narkoba yang berasal dari Malaysia dengan berat 46 kilogram itu dikirim dari Malaysia, lewat Pulau Rupat Bengkalis dan mau dikirim ke Medan melalui Dumai dan Pekanbaru.

“Total 46 kilogram sabu ini dikendalikan YN, JN dan DN yang beralamat di Sumatera Utara, nantinya 46 kilogram sabu ini mau dibawa ke Medan dengan menggunakan motor. Kita tangkap mereka di Dumai, dan kita kembangkan, kita temukan saudara BM yang beralamat di Lintas Riau-Jambi, di Siberida Inhu. Di sana ada gudang tempat barang-barang ini ditampung lalu didistribusikan. Digudang ini sudah 2 kali dilakukan distribusi sabu, sebelumnya 50 kilogram sabu, kali ini kita tangkap 46 kilogram."

Tangkapan ke enam dilakukan Polda Riau bersama Bea Cukai dan Satpolairud. Total 40 kilogram sabu yang berhasil diamankan dari 3 orang tersangka.

“Ini berawal dari patroli bea cukai dan Polair yang dilakukan di pantai sekitar Dumai, dan  curigai ada kapal yang diikuti lalu hilang. Dan  akhirnya menemukan 3 tersangka ini sedang menaruh 40 kilogram sabu dari kapal itu, dan dibawa menggunakan sepeda motor diletakkan di RSU Dumai. Begitu sabu diturunkan kita sergap di belakang RSUD Dumai."

Terakhir tangkapan yang ke 7 dilakukan bersama Bea Cukai di wilayah Bengkalis, pada Senin 13/9). Ada 3 orang tersangka ditangkap dan barang bukti 9 kilogram sabu.

“Kita temukan para pelaku masing-masing inisial RP, WH dan RB mencoba mengedarkan. Kita lakukan pembuntutan, barang masuk dari Malaysia ke Bengkalis, Pekanbaru dan m dibawa ke Jambi. Kita ketahui kerja bandar adalah dengan memutus jaringan. Perlu saya tekankan beberapa waktu lalu, pengiriman dari Malaysia selalu partai besar. Artinya, ada perubahan operasi dari partai besar ke eceran dan kami rapatkan barisan dengan cara berkolaborasi,” beber Agung.

Ditegaskannya, penangkapan yang dilakukan penangkapan terhadap jaringan bukan sekedar pemakai

“Kerja sama semua pihak menjadi kunci dalam pemberantasan narkoba,” jelas Agung.

Kakanwil Kemenkumham Riau, Pujo Harinto menimpali, kesiapannya dalam mendukung dan bekerja sama memberantas narkoba.

“Ini sudah dibuktikan dengan block khusus bagi pengedar narkoba, kami bekerja sama dan semaksimal dalam penanganan narkoba dari dalam,” ujarnya.

Soliditasnya steakholder dan penegak hukum pada tujuan sama dalam penanganan narkoba

“Pengendali narkoba dilakukan dari dalam dan ini salah momen yang bagus penegak hukum tidak bermain dalam pemberantasan narkoba, saya sependapat untuk bekerja sama memberantas narkoba,” sebut Kakanwil Bea Cukai, Agus Yulianto.

Editor : Sahdan

Berita Terkait