Polisi Dabo Singkep Larang Pedagang Jualan Petasan

Pekanbaru, katakabar.com - Lantaran dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat, Polsek Dabo Singkep menertibkan pedagang petasan, Selasa (13/05) kemarin. Selain menertibkan petugas juga mendata para pedagang tersebut.

PS Kasi Intel Polsek Dabo Singkep, Bripka M Yusuf membenarkan adanya penertiban dan pendataan terhadap pedagang petasan dan kembang api itu. "Giat ini kita lakukan guna menjaga kemanan dan kenyamanan masyarakat. Petasan adalah salah satu barang berbahaya jika mengenai tubuh, maka kita tidak ingin ada korban akibat petasan ini," paparnya.

Hak itu, tambah Yusuf sesuai dengan UU Darurat no 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUH Pidana tentang bahan peledak sudah diatur soal bahan peledak yang dapat menimbulkan ledakan serta dianggap mengganggu lingkungan masyarakat. Dalam UU itu dijelaskan juga, pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup.

Sebelumnya, pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada para pedagang di wilayah Dabok Singkep untuk tidak memperjual belikan petasan. Sedangkan dari operasi itu memang pihaknya tidak menemukan mercon atau petasan dijual oleh pedagang. Mereka hanya menjual kembang api dan lilin serta kembang api yang meledak di atas.

"Dari keterangan yang kita dapat mercon, petasan, kembang api di peroleh dari Provinsi Jambi melalui Kapal Kayu dari Pelabuhan Tungkal Jambi menuju pelabuhan Dabo Singkep. Para penjual tersebut tidak memiliki agen, hanya menitip masing- masing penjual kepada ABK Kapal Kayu dan menjual nya secara eceran di Wilayah Dabo Singkep dan sekitarnya," terangnya.

Untuk itu, dijelaskannya jika nanti kedapatan penjual akan menerima sangsi UU yang berlaku. "Selama pengecekan pedagang kooperatif, mau bekerja sama memperlihatkan dagangannya. Kita juga beri imbauan agar tidak menjual mercon yang meledak," tandasnya.

Editor : Anggi

Berita Terkait