Polisi dan TNI akan Bubarkan Paksa Tempat Keramaian Massa

Katakabar.com - Sejumlah tempat keramaian yang berpotensi mengundang atau tempat berkumpulnya massa akan dibubarkan oleh Polisi dan TNI. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit corona atau covid-19 di Jawa Timur.

Kebijakan ini diambil oleh Pemprov Jatim, dengan menggandeng institusi Polri dan TNI. Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama Kodam V/Brawijaya dan pemerintah provinsi akan membubarkan secara paksa tempat hiburan yang banyak dikunjungi oleh massa.

"Akan kami mulai malam ini. Ke depan Polres-polres tadi sudah saya sampaikan untuk melakukan hal yang sama, yakni di tempat hiburan, warnet dan juga di tempat umum," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, Senin (23/3).

Ia menambahkan, bersama Pangdam pihaknya bersepakat untuk melakukan penertiban, tanpa pandang bulu. Bahkan, jika di tempat tersebut nantinya kedapatan anggota TNI maupun Polri, akan tetap dilakukan penertiban.

"Jika ditemukan anggota TNI maupun Polri, tetap akan kita lakukan penertiban dengan meminta mereka untuk kembali ke rumah masing-masing," pungkasnya.

"Meski nantinya di tempat keramaian seperti tempat hiburan ditemukan anggota Polri dan TNI, kami tetap akan melakukan penertiban dengan meminta kembali ke rumah masing-masing. Apabila ada masyarakat yang memaksa, akan kami bubarkan," katanya.

Dikonfirmasi mengenai pemberlakuan jam malam, Ia mengaku tidak akan melakukannya. Sebab, dasar hukum yang dipakainya adalah sesuai dengan maklumat Kapolri. Namun ia menegaskan, jika pihaknya nanti setiap malam akan berkeliling dan membubarkan setiap keramaian yang didapatinya.

"Tidak (soal jam malam). Kami tetap melakukan imbauan pembubaran lebih masif dan lebih tegas," kata Luki. merdeka.com

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait