Borgol 3 Tekong Speedboat

Polisi Gagalkan Penyeludupan 8 Pengungsi Rohingya ke Malaysia

Bengkalis, katakabar.com - Kepolisian Sektor Kecamatan Rupat Resor Kabupaten Bengkalis gagalkan upaya penyeludupan delapan orang pengungsi Rohingya dari kamp pengungsian Lhoksemawe Aceh ke Malaysia.

Saat mau menyeberang secara ilegal ke Malaysia lewat perairan Rupat, petugas kepolisian menghentikan dan mengamankan tiga Tekong Speedboat, kemarin.

Saat ini delapan warga Rohingya tersebut dititipkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bengkalis.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis, Jhonny Tunggul mengatakan, delapan orang yang diamankan berawal dari rencana mau menyeberang ke Malaysia lewat jalur ilegal untuk bertemu dengan keluarganya.

"Pengungsi Rohingya ini berangkat dari Dumai dengan menggunakan speedboat ilegal yang membatu penyeberangan ke Malaysia," ujarnya pada Jumat (4/12), seperti dikutip dari GoRiau.com.

Kata Jhonny, Speedboat berisi tiga belas orang, meliputi tiga orang tekong speedboat, dua orang penumpang warga negara Indonesia dan Delapan orang warga Rohingya. 

"Mereka berangkat pada1 Desember 2020 lalu, tapi saat melintasi perairan Rupat diterjang ombak dan cuaca buruk, sehingga Speedboat yang ditumpangi berlindung di sungai sekitaran daerah Titik Akar Kecamatan Rupat Utara.

Pada 2 Desember 2020, Speedboat yang membawa penumpang ilegal ini merapat di Desa Titik Akar. Salah satu dari warga negara Indonesia yang ikut rombongan turun kedaratan menumpang ke rumah warga setempat untuk mandi.

"Warga setempat yang mengetahui adanya orang dari luar ini, melapor kepada Polsek Rupat Utara dan petugas. Dari laporan ini kita berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bengkalis dan menuju ke Rupat Utara," ulasnya.

Setelah meninjau kondisi warga negara asing tersebut, Imigrasi Bengkalis berkoordinasi dengan Pemerintah Bengkalis dan sepakat untuk menempatkan sementara warga Rohingya di BLK Bengkalis, sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait