Transaksi Pakai Ringgit dan Dolar

Polisi Ungkap Bisnis Narkoba Inhil-Malaysia

Tembilahan, katakabar.com - Kepolisian Resor Indragiri Hilir mengungkap sindikat bisnis haram narkoba antar negara yakni wilayah pesisir Riau itu dengan Malaysia. Bahkan, dalam transaksinya para pelaku juga menggunakan mata uang Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura.

Fakta itu terungkap setelah Polisi berhasil menggulung sindikat peredaran Narkoba jenis Shabu di Sungai Guntung Kecamatan Kateman, Inhil, belum lama ini.

Pelaku yang ditangkap berjumlah 3 orang. Tak tanggung-tanggung barang bukti diamankan berupa sabu seberat 1 kilogram. Narkoba didapat dari bandar yang berada di Malaysia dengan cara dipesan langsung ke negeri Jiran itu.

"Penangkapan berawal dari informasi yang diterima Unit Gakkum Sat Pol Airud Polres Inhil  tentang adanya transaksi Narkoba jenis sabu bertempat di Gang Banjar Kateman," kata Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman SIK melalui Kasat Narkoba AKP Bachtiar, Selasa.

Selanjutnya dilakukan pengintaian terhadap transaksi tersebut oleh Gabungan Personil Sat Pol Air Polres Inhil. Sekira pukul 17.20 WIB dilakukan penangkapan terhadap SD, ME dan JL.

Ketika pelaku tersebut ditangkap pada saat akan melakun transaksi narkoba jenis sabu yang diakui mereka didapat langsung dari Malaysia.
Kemudian Tim Gabungan Sat Polr Air, Sat Narkoba dan Polsek Kateman melakukan pengeledahan lanjutan dirumah kediaman SD dan tempat lain yang diduga sering dilakukan penyimpanan barang bukti Narkotika namun dari pengeledahan lanjutan  hasilnya masih nihil.

"Kemudian ketiga pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Kateman untuk dilakukan introgasi selanjutnya di bawa ke Mapolres Inhil untuk penyidikan lebih lanjut," terangnya.

Dari hasil pendalaman kepada ketiga pelaku bahwa SD selaku bandar langsung memesan BB Narkotika tersebut ke Bandar yang ada di Malaysia dengan dibantu oleh pelaku JL yang juga adalah pembeli yang berasal dari Tanjung Balai Karimun - Kepri.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap ke 3 orang tersangka tersebut dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut serta mengupayakan  pengungkapan jaringan pelaku yang diduga melibat jaringan internasional.

"Karena pelaku langsung memesan sendiri kepada Bandar yang ada di Malaysia Namun belum membuahkan hasil," paparnya.

Selain barang bukti sabu, Polisi juga mengamankan puluhan lembar mata uang Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura.

Editor : Anggi

Berita Terkait