Kasus Sabu Jaringan Internasional

Polres Bengkalis Cokok Tiga Pelaku dan Sita 30 Kg Sabu di Bandar Laksamana

Bengkalis, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bengkais melalui Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan (Satresnarkoba) ungkap tindak pidana narkotika jenis sabu 30 kilogram merupakan jaringan internasional.

Itu diketahui dari press release yang dipimpin Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkalis, AKBP Indra Wijatmiko didampingi Kasatresnarkona Polres Bengkalis, Iptu Tony Armando, serta lainnya, di Mako Polres Bengkalis, pulau seberang, pada Senin (21/11) pagi jelang siang.

"Pengungkapan kasus 30 kilogram sabu jaringan internasional bermula daribinformasi Bhabinkamtibmas Desa Sepahat, persisnya di daerah Pantai Sepahat Tenggayun hingga Desa Api-api ada kegiatan yang mencurigakan, yakni transaksi narkotika," ujar Kapolres Bengkalis, AKBP Indra Wijatmiko.

Setelah itu kata AKBP Indra, Bhabinkamtibmas segera berkordinasi dengan Satresnarkoba Bengkalis, dan melakukan penyelidikan beberapa hari, serta pendalaman bersama dengan Timsus dan Bea Cukai Bengkalis.

"Dari hasil giat tersebut, pada Selasa (15/11) sekitar pukul 23.50 WIB Timsus melihat ada kegiatan warga Desa Api-api yang mencurigakan turun dari pantai dengan kondisi basah," ulasnya.

Tim mendekati dan menginterogasi orang yang dicurigai tersebut, mengaku bernama MHA alias Ata, dan Herwan alias Iwan awalnya mengaku mereka baru saja selesai mencari ikan di laut sebagai nelayan.

Tapi, Timsus tidak begitu saja percaya. Setelah lumayan lama diinterogasi dan ditanya, mereka akhirnya mengaku baru saja menyimpan narkotika jenis sabu sebanyak tiga tas ransel yang berisi tiga puluh bungkus diduga narkotika jenis sabu di dalam kamar mandi milik MA alias Ata bersama dengan HN alias Iwan.

"Saat diinterogasi kompak keduanya mengakui disuruh HTO aliae Eman yang berada di Pekanbaru dengan upah yang dijanjikan sebanyak Rp2.5 juta per kilogram atau per bungkus. Atas perintah HTO alias Eman sabu disimpan di dalam rumah MHA alias Ata nantinya bakal dijemput orang lain tapi  masih menunggu perintah selanjutnya," jelasnya.
 
Berdasarkan informasi tersebut sambung mantan Kapolres Kabupaten Pelalawan ini, Satrsnarkoba bersama Timsus melakukan pengembangan, dan berhasil mengamankan HTO alias Eman yang berada di Pekanbaru.

Setelah diintrogasi pelaku mengaku memerintahkan MHA alias Ata dan HN alias Iwan menjemput barang bukti tiga tas ransel berisi tiga puluh bungkus diduga narkotika jenis sabu di Pantai Api-api Laut Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis.

Tidak cuma itu, petugas polisi sita dua buah handphone dari HTO alias Eman. Di mana sebelumnya kartu dari hadnphone tersebut sudah di patahkan atau dirusak, sehingga tidak bisa digunakan lagi.

"Peran para pelaku, yakni MHA alias Ata, HTO alias Eman dan HN alias Iwan menjemput narkotika jenis sabu dapat upah Rp2.5 juta. Sedang, khusus HTO alias Eman pada kegiatan tersebut dijanjikan mendapat upah dari seorang berinisial L (Malaysia) sebesar Rp150 juta," ceritanya.

Semua barang Bukti dan Tersangka dibawa ke Polres Bengkalis guna untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Bengkalis menambahkan, Pasal yang diterapkan kepada para pelaku, yakni
Pasal 114 (2) dan Pasal 112 (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009.

Untuk ancaman hukumannya, Pasal 114 (2) diancam dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah sepertiga.

Pasal 112 (2) diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama dua puluh tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah sepertiga.

Pasal 132 Ayat (1) diancam dengan Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama dua puluh tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah sepertiga.

Editor : Sahdan

Berita Terkait