Video Viral Beras PKH Berlogo Cabup

Polres Pelalawan Tetapkan 2 ASN dan 1 Warga Tersangka

Pelalawan, katakabar.com - Kepolisian Resor Kabupaten Pelalawan menetapkan dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) masing - masing inisial SR dan MX, serta satu orang warga sipil inisial S jadi tersangka yang membagikan beras Program Keluarga Harapan (PKH) berlogo nama Calon Bupati (Cabup), dalam video viral di media sosial, dua pekan lalu.

"Benar, tiga orang yang membagikam beras dala video viral sudah ditetapkan tersangka. Ini temuan Bawaslu, lebih jelas bisa ditanyakan ke Bawaslu," kata Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Ario Damar.

Kata AKP Ario, ketiga tersangka dikenakan undang - undang Pilkda dan tidak tahan. Kasus tindak pidana Pilkada tidak menyentuh ke pasangan calon, tegasnya.

Ketua Bawaslu Pelalawan, Mubrur kepada katakabar.com di ujung selulernya, pada Sabtu (17/10) siang menjelaskan, kita yang melaporkan. Untuk proses penegakan hukumnya oleh kepolisian dan kejaksaan.

"Kasus Itu temuan Bawaslu Pelalawan, terus dilaporkan ke kepolisian. Prosesnya begitu kalau tidak ada yang melaporkan. Informasi awal dengan mengirimkan video, petunjuknya dari masyarakat."

Setalah ditelusuri, ketiga tersangka dikenai undang - undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, untuk tersangka tidak dilakukan penahanan.

Untuk ketiga tersangka dijerat dalam dua berkas. Pertama, pasal 188 junto 71 ayat 1 undang - undang Pilkada kepada dua tersangka profesinya ASN, salah seorang pejabat tinggi di Pemkab Pelalawan, perekam dan penyebar video beras PKH berlogo nama Cabup.

"Mereka diduga merugikan atau menguntungkan Pasangan Calon (Paslon) Pilkada disebabkan video yang beredar luas tersebut, dengan ancaman minimal 1 bulan dan maksimam 6 bulan kurungan."

Satu berkas lagi, dijerat dengan pasal 187 a junto pasal 73 ayat 4 dengan tersangka satu orang, dengan ancaman hukuman minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan kurungan.

"Setelah diinterograsi polisi, tersangka 1 tidak ada menyebutkan dirinya disuruh membagikan beras Bulog sekaligus membagikan tas kecil berlogo paslon. Berdasarkan itu, tidak bisa menyentuh Paslon atau tim suksesnya," sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait