Polresta Pekanbaru Masih Dalami Kasus Dua Anak Tewas Diracun

Pekanbaru, Katakabar.com - Polresta Pekanbaru masih terus melakukan pedalaman terkait kasus tewasnya ibu rumah tangga bersama dua anak kandungnya di wilayah Perumahan Mutiara Kulim, Jalan Palembang, kelurahan Sialang Rampai.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa irt berinisial NSW (27) yang tewas dengan gantung diri itu murni bunuh diri.

"Hasil penyelidikan, olah TKP, dan otopsi, diduga kasus itu murni bunuh diri," terangnya, Kamis (19/11).

Sementara, untuk dua anak kandungnya yang meninggal diduga diracuni si ibu kandung, masih dalam penyelidikan. Petugas saat ini tengah menunggu hasil labfor untuk mengetahui kebenaran dugaan itu dan racun yang digunakan. Sebab dalam penemunya beberapa waktu lalu dua balita itu tewas dengan mulut mengeluarkan buih.

"Untuk keterlibatan orang lain, sementara ini belum ada. Nanti kalau keluar hasil labfiornya baru bisa kita simpulkan," imbuhnya.

Untuk diketahui, irt dan dua balitanya ditemukan tewas pada Senin (16/11) lalu.

Kapolsek Tenayan Raya Kompol Hanafi kejadian ini buntut dari niat suami yakni PNG (28) ingin menjual rumah mereka untuk membuka usaha. Dari niat itu terjadilah pertengkaran antara PNG dan istrinya NSW hingga ia tega membunuh dua anaknya dan melakukan bunuh diri.

"Korban tidak terima kalau rumah yang sedang ditempati ini dijual untuk membuka usaha," terangnya, Selasa (17/11) lalu.

Cerita Hanafi, PNG sempat membujuk istrinya. Namun, korban sudah Bermandi emosi hingga tega membunuh dua anaknya yang berusia 2 tahun dan 6 bulan itu. Sejatinya korban hendak membunuh tiga anaknya, namun salah satu anaknya selamat setelah mendapatkan perawatan di klinik yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Indikasinya, dua balita itu meninggal akibat diracuni ibu kandungnya sendiri. Sebab dari mulut keduanya mengeluarkan busa," terangnya.

Setelah sempat dilakukan autopsi dan visum di RS Bhayangkara Polda Riau, kini jenazah ketiganya di bawa ke kampung halaman untuk disemayamkan. Sementara satu balita yang selamat kini dirawat oleh neneknya dalam kondisi sehat.

Peristiwa ini diketahui oleh PSG saat pulang kerja petang kemarin. Ia curiga saat memasuki rumahnya dalam keadaan gelap. 

Dalam keadaan gelap itu, PNG lantas berteriak keluar dan meminta tolong. Ia melihat istrinya NSW sudah tergantung di bagian dapur rumahnya. Sementara ketiga anaknya tampak terbaring di dalam kamar.

Kedua anaknya yakni NAG perempuan berusia 2 tahun dan DAG laki-laki berusia 6 bulan dinyatakan meninggal dunia dengan mulut mengeluarkan busa. Sedangkan anaknya yang lain yakni DAG berusia 6 bulan ditemukan masih dalam keadaan bernafas dan berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke klinik terdekat.

Kejadian itu lantas dilaporkan kepihak kepolisian. Mendapati laporan itu, Polresta Pekanbaru langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP. Saat itulah ditemukan secarik kertas bertuliskan "Maafkan Aku, Aku Pergi, Biar Anak-anak ikut bersamaku". Berdasarkan tulisan inilah polisi kemudian memperkirakan korban melakukan bunuh diri setelah menghabisi dua anak kandungnya.

 

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait