Ramai - Ramai Ikrar Netralitas

PP 53 Tahun 2010 Siap Menghadang Para Pelanggar

Bengkalis, katakabar.com - Awal Bulan Oktober 2020, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis, lagi musim ikrar persamaan kata dari sumpah.

Temanya, ikrar netralitas diperhelatan pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020.

Kemarin, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis yang menggelar deklarasi ikrar netralitas disaksika dinding - dinding tembok dari beton ruang rapat Sekretariat Covid 19 Kabupaten Bengkalis. 

Katanya ikrar itu bentuk komitmen ASN di lingkup BPBD untuk menjaga netralitas pada pelaksanaan Pilkada serentak bakal dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis, Tajul Mudaris dan diikuti seluruh ASN di lingkup BPBD, yang pimpin pembacaan Ikrar.

Selepas pembacaan sumpah, Tajul sapaan akrab Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis ini berpesan, agar seluruh ASN di lingkup BPBD untuk menjaga netralitasnya pada pilkada dan ikut mensukseskan perhelatannya.

"Bagi pelanggaran netralitas ASN dapat dikenakan sanksi sesuai PP 53 tahun 2010 dan peraturan lainnya serta dapat dipidana," tegas Tajul memberi wanti - wanti.

Sebelumnya, sebanyak 136 Kepala Desa dan 19 Lurah se Kabupaten Bengkalis yang bersumpah. Para Kades dan Lurah membacakan sumpah dihadapan Penjabat Bupati Bengkalis, Syahrial Abdi.

Temanya sama, sumpah netralitas diperhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Kabupaten Bengkalis.

Timbul pertanyaan, mampukah para Aparatur Sipil Negera, ratusan Kepala Desa dan belasan Lurah serta para Camat menahan ragam godaan yang datang.

Apalagi, posisi mereka cukup strategis sebagian besar karir mereka masih panjang, khusus para ASN saat ini duduk di kursi basah dan empuk.

Bercermin dan belajar dari Pilkada sebelumnya, kegiatan ikrar dan sumpah di lingkungan birokrasi pemerintahan suatu hal yang lumrah dan sudah menjadi cerita lawas.

Tapi dalam praktiknya, banyak oknum - oknum yang mendukung dan mengusung salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati peserta Pilkada secara diam - diam.

Pantas dan wajar warga net dan netizen merasa pesimis dengan ikrar atau apalah namanya yang dibacakan dan diucapkan ramai - ramai menjelang perhelatan Pilkada serentak tahun 2020 ini.

Editor : Sahdan

Berita Terkait