Presiden Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai

Pekanbaru, Katakabar.com - Dari Istana Bogor, Presiden RI Joko Widodo meresmikan jalan tol Pekanbaru-Dumai (Permai). Peresmian ini berlangsung secara virtual, Jumat (25/9).

Peresmian itu difokuskan di Gerbang Tol Dumai. Di mana Menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Gubernur Riau Syamsuar, Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031 Wirabima Brigjen M Syech Ismed, para bupati/walikota se-Riau, turut hadir di Tol Permai.

Bahkan mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Wan Thamrin Hasyim turut hadir di gerbang luas jalan sepanjang 131,5 kilometer itu.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan jalan tol Pekanbaru-Dumai hari ini," kata Jokowi.

Presiden berharap, tol itu dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif. Baik untuk warga Riau dan bahkan juga masyarakat yang melintasi pulau Sumatera. 

Menurutnya, jalan ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.878 Km, yang membentang dari Lampung-Aceh sebagai koridor utama. "Ini akan meningkatkan koneksifitas kota Pekanbaru dengan Dumai," harapnya.  

Jokowi mengatakan, pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai menelan biaya investasi hingga Rp12,18 triliun.

"Alhamdulillah pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 km dengan biaya Rp12,18 triliun telah rampung. Dapat dioperasikan secara penuh dan sudah bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif baik bagi masyarakat di Provinsi Riau atau masyarakat yang melintas," kata Jokowi.

Dia menyampaikan, hadirnya jalan tol Pekanbaru-Dumai akan meningkatkan konektivitas antara ibukota Provinsi Riau dengan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju, serta Kawasan Industri Perkebunan lainnya.

Jalan tol ini juga akan memperpendek jarak tempuh dari yang sebelumnya sekitar 200 Km dari jalan nasional menjadi hanya 131 Km jika lewat jalan tol. Dengan kondisi dimana wilayah ini sering dilintasi oleh truk-truk pengangkut sawit serta minyak, maka logistik akan menjadi efisien dari segi waktu maupun biaya.

Tak hanya itu, keberadaan jalan tol ini sudah mengundang minat investasi untuk mengembangan usaha di sekitar tol ini sepreti kawasan indsutri, perumahan, dan pariwisata.

"Pertumbuhan sentra-sentra baru ini sudah pasti akan meningkatkan aktivitas perekonomian di sekitar wilayah tol yang akan membuka lapangan pekerjaan lebih banyak lagi. Minat investor harus direspon dengan cepat sehingga masyarakat bisa mendapatkan dan merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur. Jadikanlah pembangunan infrastruktur ini modal untuk mengembangkan lebih banyak lagi peluang usaha dan juga sarana untuk peningkatan pemerataan kesejahteraan masyarakat," tutup Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar mengucapkan syukur dan terima kasihnya kepada presiden lantaran sudah membangun dan meresmikan jalan tol Permai itu. Syamsuar berharap, jalan bebas hambatan ini menjadi  tonggak sejarah bagi Riau. 

"Ini adalah pembangunan tol pertama di Riau. Kita berharap hadirnya tol Permai ini dapat menjadi lokomotif peningkatan ekonomi di Riau," tandasnya.

Setelah resmi, maka jalan sepanjang 131,5 kilometer dengan biaya pembangunan mencapai Rp12,18 triliun akan mulai dioperasikan Sabtu (26/9) besok. Jalan ini akan dibuka sejak pukul 06.00 Wib pagi.

EVP Sekretaris Perusahaan, PT Hutama Karya (Persero), Muhammad Fauzan mengatakan untuk pengoperasian perdana ini, masyarakat tidak akan dikenakan biaya saat melintasi jalan tersebut. Ini berlaku hingga diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Penentuan tarik tol dari Menteri PUPR.

"Walau gratis, masyarakat tetap harus melakukan tapping menggunakan Kartu Uang Elektronik," paparnya.

Lantaran membentang di perlintasan Gajah Sumatera, ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai memiliki lima terowongan yang dapat dijadikan pintu melintasnya kawanan gajah liar di wilayah itu.

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto mengatakan bahwa tol Pekanbaru-Dumai ini cukup istimewa, karena disediakannya lima perlintasan Underpass Perlintasan Gajah (UPG) di sepanjang jalan berukuran 131,5 kilometer itu.

"Jalan tol ini memang melewati habitat gajah di Kabupaten Bengkalis. Underpass disiapkan agar jalur jelajah gajah tidak terputus, dengan demikian biodiversity Sumatera akan terpelihara. Untuk merancang jalur perlintasan gajah melalui underpass tersebut, Hutama Karya berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau," terangnya.

UPG itu terdapat di seksi 4 yaitu Kandis Utara - Duri Selatan yang memang terletak berdekatan dengan uaka Margasatwa Balai Raja. Kemudian di seksi 2 yaitu Minas-Kandis Selatan. 

Di wilayah itu terdapat juga Jembatan Sungai Tekuana yang kerapkali disinggahi oleh 13 gajah Sumatera karena lokasinya yang tidak jauh dari Pusat Pelatihan Gajah Minas di Kabupaten Siak.

"Diperkirakan underpass tol Pekanbaru-Dumai dapat dilintasi hingga seratus ekor gajah," tegasnya.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait