Pria Ini Batuk di Depan Polisi dan Ancam Tularkan Corona, Langsung Dipenjara

Katakabar.com - Seorang pria, yang batuk di hadapan polisi dan mengancam akan menularkan virus corona, dijebloskan ke penjara untuk menjalani hukuman hingga enam bulan.

Pria bernama Adam Lewis itu dinyatakan bersalah melakukan penyerangan terkait insiden tersebut. Ketika itu, Lewis mengaku mengidap virus corona dan mengatakan kepada polisi "Saya akan batuk di depan muka kamu dan kamu bakal terinfeksi". Ia pun langsung batuk di depan petugas.

Kepolisian Metropolitan London, Rabu (1/4), seperti dikutip Reuters menyatakan, awalnya polisi tersebut, tengah berpatroli di pusat kota London wilayah Westminster, mendekati Lewis dan menyatakan akan melakukan penggeledahan padanya setelah seorang warga melaporkan bahwa Lewis berusaha membuka pintu mobil-mobil yang terparkir di sepanjang jalan.

Selain mengancam dan batuk di depan petugas, pria berusia 55 tahun itu juga membanting botol minuman anggur selama insiden berlangsung. Ia juga mengancam akan menggigit untuk menularkan penyakit.

"Meski serangan seperti ini untungnya jarang sekali terjadi, insiden itu sangat menghebohkan dan jika kami menemui tingkah laku yang tak dapat diterima semacam ini, kami akan menindak tegas," kata Inspektur Kepala Unit Komando Area Barat Kepolisian Metropolitan, Helen Harper.

Sementara itu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan hari Rabu kemarin sebagai hari yang menyedihkan. Hal ini terkait jumlah kematian dalam satu hari akibat infeksi virus corona.

Sebelumnya pemerintah melaporkan jumlah kematian bertambah 563 menjadi 2.352 kematian hingga pukul 16.00 GMT pada 31 Maret.

"Tak diragukan lagi, ini adalah hari yang menyedihkan," ucap Johnson melalui pesan video yang dibagikan di Twitter.

"Namun mari jangan kita ragukan bahwa jika kita dapat mengikuti program yang saat ini telah ditetapkan dan jika kita bisa mematuhi langkah-langkah yang telah dilakukan bersama, maka saya sepenuhnya yakin bahwa kita akan mulai menurunkan angka-angka tersebut," ujarnya. Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait