Prokes Covid 19 Ketat Kawal Semangat Menyala PTM Terbatas di 'Negeri Junjungan'

  • Reporter: Sahdan
  • 23 September 2021, 14:59:15 WIB
  • Riau, Pendidikan, Advertorial

Bengkalis, katakabar.com - Semangat menyala dan euforia terpancar di raut wajah para orang tua, siswa, dan majelis guru tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis, dimulainya pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Senin, 6 Septermber 2021 lalu.

Tapi, perlu dicermati jangan sampai lengah dan sepele dengan pemberlakuan PTM Terbatas, sebab kita masih berada di tengah pandemi Covid 19.

Konsisten menjalankan Protokel Kesehatan Covid 19, seperti "Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas (5M)" kunci untuk mencegah penularan wabah tak kasat mata (virus Corona) tidak berjangkit kepada anak didik, tenaga pendidik dan kependidikan, serta lainnya. Apalagi, Kabupaten Bengkalis masih berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 Covid 19.

Itu sebabnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura sangat tegas kepada tenaga pendidik dan kependidikan saat mulai pemberlakuan PTM Terbatas Tahun Ajaran 2021-2022.

Ada empat pedoman Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis dalam pemberlakukan PTM Terbatas, pertama Surat Ederan (SE) Nomor 081/SE/SATGAS/2021 tentang Pedoman Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Leve 3 di Kabupaten Bengkalis.

Kedua, Instruksi Bupati Bengkalis Nomor 8 Tahun 2021 terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Kecamatan, Desa, Kelurahan hingga Tingkat Rukun Tetangga, Rukun Warga Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Ketiga, Surat Edaran (SE) Nomor 420/Disdik-Sekre/2021/6121 tentang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, dan keempat, Petunjuk Teknis tentang Pembelajaran Tatap Muka, kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura kepada katakabar.com pada pekan pertama September 2021 lalu.

Pemberlakuan PTM Terbatas baru mulai pada 6 September 2021, dengan kapasitas siswa 50 persen per kelas dari jumlah siswa sekolah normal. Tapi, khusus tingkat pendidikan SD, LB, MI sederajat jumlah siswa maksimal  62 persen dari total murid di masing-masing lembaga pendidikan atau sekolah, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kapasitasnya 33 persen dengan jarak 1,5 meter, jelasnya.

Sebelum pemberlakuan PTM terbatas sambung mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis ini, seluruh sekolah baik tinggkat SD dan SMP membentuk Satgas Covid 19.

Setelah Satgas Covid 19 terbentuk di masing-masing sekolah, seluruh Kepala Sekolah dan Korwil Pendidikan masing-masing kecamatan berkoordinasi dengan Satgas kecamatan. Hal ini sangat penting, sebab Level masing-masing kecamatan satu dan lainnya berbeda.

Begitu ada persetujuan dan izin dari Satgas Covid 19 masing-masing kecamatan, baru sekolah menerapkan pemberlakuan PTM terbatas dengan protokol kesehatan Covid 19 secara ketat.

"Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis bakal evaluasi dan pantau terus secara ketat setelah pemberlakuan PTM terbatas. Kalau ada satu orang siswa saja ditemukan terpapar Corona Virus Disease sekolah ditutup," tegasnya.

Untuk itu, disiplin protokol kesehatan Covid 19 mesti konsisten dijalankan. Tenaga pendidik dan kependidikan jaga dan perhatikan betul-betul anak didik mematuhi protokol kesehatan Covid 19, serunya.

Terkait vaksinasi guru di Kabupaten Bengkalis lanjutnya, persentasenya sudah mencapai 50 persen dari total 4000 ribu lebih guru yang ada.

"Uji coba penerapan dan pemberlakukan PTM terbatas di Kabupaten Bengkalis, mudah-mudahan berjalan lancar, tertib, aman, dan guru dan siswa tidak ada yang terjangkit dan terpapar Covid 19," harapnya.

Koordinator Wilayah Kecamatan Mandau Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Peppy Sumanty saat ditemui katakabar.com di kantornya menimpali, sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis,  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, Duri sudah mulai dari Senin, 6 Sepetember 2021.

Sebelum itu, Korwilcam Dinas Pendidikan Kabupaten bersama para Kepela Sekolah, baik tingkat SD dan SMP berkoordinasi dengan Satgas setempat.

"Berdasarkan hasil monitoring ke beberapa SD dan SMP yang menyebar di Duri, Alhamdulillah pemberlakuan PTM terbatas saat ini berjalan lancar, tertib dan aman, serta belum ada anak didik yang bergejala dan tertular dan terjangkit Covid 19," ulasnya.

Dijelaskan Peppy, uji coba PTM terbatas berjalan lancar, tertib dan aman berkat orang tua anak didik sangatbdisiplin menjalankan protokol kesehatan Covid 19.

"Para orang tua saat antar jemput anak didik dari dan ke sekolah mengikuti peraturan sekolah, batasnya di luar pagar dan tidak boleh masuk ke dalam lingkungan sekolah."

Saling mengisi dan kerja sama dengan instansi terkait, seperti Satgas, Puskesmas dan instansi lainnya kunci suksesnya PTM terbatas yang sedang berjalan saat ini, bebernya.

Untuk vaksinasi guru lanjut mantan Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pinggir ini, telah mencapai 75 hingga 80 persen dari total seluruh guru yang ada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan. Ini sejalan dengan tingginya keinginan dan animo guru-guru untuk mengikuti vaksinasi.

Tapi, sosialisasi dan edukasi pentingnya mengikuti vaksinasi terus dilakukan ke seluruh sekolah agar target 100 persen guru divaksin ke depan.

"Kalau masih ada guru belum vaksinasi lantaran bergejala atau ada bawaan dan komplikasi penyakit."

Harapannya ke depan, PTM terbatas terus berlanjut dan permenen dengan tetap melaksanakan Prokes Covid 19 sesuai instruksi dari pihak terkait.

Untuk itu, kepada para tenaga pendidikan dan kependidikan, orang tua dan seluruh anak didik patuhi Prokes Covid 19, dan jaga kesehatan, imbaunya.

Melongok PTM Terbatas

Pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Sekolah Dasar (SD) Negeri bernama 22, di Jalan Tuanku Tambusai, Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan berjalan lancar, tertib dan aman.

Majelis guru dan siswa tampak semangat menyala mengikuti pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid 19 ketat.

Kepala Satuan Pendidikan SDN 22 Kecamatan Bathin Solapan, Al Zikri kepada katakabar.com di pekan kedua September 2021 mengatakan, kami merespon kebijakan dan instruksi Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, untuk pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dengan memperhatikan Prokes Covid 19 ketat.

"Sekolah membentuk Satgas Covid 19 dan melengkapi fasilitas, seperti tempat cuci tangan dengan satu unit portable per kelas, alat pengukur suhu tubuh, dan fasilitas karantina bagi siswa yang bergejala, serta lainnya," ujarnya.

Metode pemberlakuan PTM terbatas kata Al Zikri, sistim shif. Pada shif pertama, jadwal pembelajaran mulai pukul 7.30 WIB hingga pukul 09.45 WIB, dengan jumlah siswa per kelas 50 persen dari total siswa bersekolah normal. Shif dua, jawdal pembelajaran mulai dari pukul 10.15 WIB hingga pukul 12.15 WIB, jumlah siswa per kelasnya sama dengan siswa bersekolah shif pertama.

"Alhamdulillah, selama PTM Terbatas digelar belum ada ditemukan siswa bergejala Covid 19, seperti suhu tinggi. Guru dan siswa masih sehat dan energik tetap disiplin menjalankan Prokes Covid 19," jelasnya.

Soal ketertinggalan materi pembelajaran selama pemberlakuan sistim daring, di PTM Terbatas ini bakal ditutupi ketertinggalan dan kekurangan tersebut. Itu sebabnya, PTM terbatas terus berlanjut meski dengan Prokes Covid 19 secara ketat, harapnya.

Soal vaksinasi, Alhamdulillah vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 kepada guru sudah seratus persen di SDN 22 Kecamatan Bathin Solapan, tambahnya.

Bergeser ke Sekolah Menengah Tingkat Pertema (SMP) Negeri 5 di Jalan Tribrata ujung Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau. Pemberlakuan PTM terbatas di sekolah yang dinakhodai Hj. Res Dwi Windu Kresna digelar dengan Prokes Covid 19 ketat.

"Sesuai Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, pemberlakuan PTM terbatas dilakukan sistim shif. Shif pertama, jadwalnya mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, dengan jumlah siswa 50 persen per kelas dari siswa sekolah normal. Shif dua,  jadwal mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, dengan jumlah siswa yang sama pada shif pertama," kata Kepala Satuan Pendidikan SMPN 5 Kecamatan Mandau, Hj. Res Dwi Windu Kresna kepada katakabar.com di suatu perbincangan pada pekan kedua September 2021.

Diceritakan Hj. Res Dwi, para orang tua atau wali murid yang antar jemput dari dan ke sekolah batasnya cukup di luar pagar tidak boleh masuk ke dalam lingkungan sekolah.

Petugas Covid 19 sekolah terdiri dari dua orang, tugasnya mencek suhu dan mencatat nama siswa lebih dulu, sambil mensosialisasikan 5M dan menyuruh siswa mencuci tangan ke tempat cuci tangan yang disediakan per kelas. Setelah itu, siswa baru boleh masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pembelajaran.

"Siswa yang masuk sekolah maksimum berjumlah 15 orang, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Siswa yang lupa atau tidak memakai masker, sekolah sediakan dan berikan masker kepada siswa."

Di dalam kelas, meja dan kursi belajar siswa diatur sedemikian rupa jaraknya 1 meter hingga 1,5 meter, tujuannya untuk mencegah penularan Covid 19 kepada siswa selama pembelajaran.

Untuk metode pembalajaran sistim daring masih diberlakukan bagi siswa yang tidak hadir saat PTM Terbatas. Lantaran itu, classroom tetap disediakan sekolah. Bagi siswa yang tak hadir PTM Terbatas, guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK bakal datang berkunjung ke rumah memastikan apa kendala siswa tidak hadir PTM terbatas.

"SMPN 5 Kecamatan Mandau memberikan pelayanan seideal mungkin seperti apa yang diinginka bersama di tengah pemberlakuan PTM Terbatas."

Kami berharap kepada Dinas Pendidikan  PTM terbatas ini terus digelar, sebab dari hasil pertemuan dengan orang tua sangat bahagia dan anak-anak senang sekali dengan PTM Terbatas. Begitu dari hasil supervisi para guru semangat dan sambut baik PTM Terbatas ini.

"Anak-anak butuh bertemu sekolah, sebab ini lambang pembelajaran. Bertemu guru dan teman, ini sangat dibutuhkan anak-anak. Bahagia anak-anak kalau ada komunikasi secara langsung, dan saat tugas diberikan guru langsung siap," imbuhnya.

Sekedar diketahui, sebelum pemberlakukan PTM terbatas di Kabupaten Bengkalis, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis sudah gelar rapat bersama Dinas Terkait, agendanya "Keseragaman Tatap Muka Sekolah".

Ketua Komisi IV Febriza Luwu saat itu menekankan, dalam pelaksanaan tatap muka sekolah perlu aturan-aturan agar tidak ada timbul permasalahan, baik protokol kesehatan maupun proses belajar mengajar secara offline atau tatap muka.

"Keseragaman aturan penting diberlakukan agar semua sekolah melaksanakan tatap dengan aturan dan ketentuan yang ditetapkan," tegas Politisi PDI Perjuangan di pekan keempat Agustus 2021 lalu.

Direktur Sekolah Dasar (SD) Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih, menjelaskan, salah satu faktor yang signifikan fakta tidak semua sekolah atau orang tua memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung siswa belajar dari rumah.

Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong sekolah untuk segera melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di wilayah yang masuk dalam pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1, 2, dan 3.

“Pembelajaran tatap muka terbatas segera dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya learning loss, tapi tetap memperhatikan kondisi lingkungan sesuai instruksi dari Presiden RI," jelas Sri Wahyuningsih, di Jakarta, pada Kamis (26/8) lalu.

Kata Sri, Kemendikbudristek berkolaborasi dengan dinas pendidikan daerah dalam mendorong kesiapan sekolah melakukan PTM Terbatas. Terutama, untuk meredam kekhawatiran orang tua lantaran anak-anak belum divaksinasi.

“Sekolah mesti berkolaborasi dengan dinas pendidikan setempat, menyiapkan daftar periksa, dan psikologis semua pihak, terutama orang tua yang mengkhawatirkan anak-anaknya untuk kembali belajar di sekolah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Sri menekankan kepada orang tua tetap menjadi penentu utama bagi siswa dalam pelaksanaan PTM Terbatas. Untuk itu, sekolah diharapkan dapat sosialisasi mekanisme dan penerapan disiplin protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh peserta didik saat berada di sekolah.

"Paling penting adalah komunikasi kepada semua pihak agar kita disiplin melakukan protokol kesehatan dan bisa menjalankan PTM Terbatas dengan matang."

Harapannya, sekolah membangun kerja sama dengan layanan kesehatan setempat agar sigap bila ada warga sekolah yang terkonfirmasi Covid 19. Jika ada yang terkonfirmasi, sekolah harus ditutup sampai dinyatakan aman, dan dapat memulai PTM terbatas kembali dengan melakukan prosedur seperti awal pembukaan sekolah, tandasnya.


 

Editor : Sahdan

Berita Terkait