Proyek di Rohul Amburadul, BARA API Akan Lapor ke Bareskrim.

Pekanbaru, Katakabar.com - Pembagunan Pembatas sungai Rokan di Desa Ngaso Kabupaten Rokan Hulu kini kondisinya sangat memprihatinkan. Selain itu, jika di lihat secara langsung, hasil pekerjaannya jauh dari kata layak. Karena sebagian besar pembatas sungai itu roboh dan amblas ke bibir sungai.

Pembangunan pembatas sungai tersebut merupakan wewenang dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III (BWSS) yang dikerjakan pada tahun 2018 dengan menalan anggaran sebasar Rp3.596.357.000.

Robohnya pembatas sungai Rokan tersebut, kini sudah ditangani dan masih dalam penyelidikan Kepolisian Resor Rokan Hulu (Polres Rohul).

Sementara itu LSM Bara Api provinsi Riau Jackson Sihombing menilai seharusnya Polres Rohul harus bertindak lebih cepat karena kondisi dari bangunan tersebut, ada indikasi korupsi atas robohnya pembangunan tersebut.

"Kurang lebih sudah 4 bulan Polres Rohul menangani kasus tersebut, tapi sampai sekarang tidak ada perkembagan yang signifikan bahkan terkesan sepi," kata Hombing kepada Katakabar.com, Selasa (20/10).

Menurut Hombing, bisa jadi penyelidikan atas robohnya sarana pengendali banjir tersebut tidak berujung, karena diduga Polres Rohul bertindak bukan berdasarkan laporan resmi hanya sebatas informasi.

"Kita meragukan penanganan korupsi oleh mereka, Bisa jadi (laporan dugaan korupsi) temuan sepihak saja. Apalagi BWSS III Wilayah Riau pejabat nya sejak dahulu sulit tersentuh, mereka hebat untuk urusan itu kita punya pengalaman tersendiri di situ," kata Hombing.

Akibat kurangnya kepercayaan terhadap penegakan hukum di kepolisian wilayah Riau, LSM Bara Api berencana akan menyiapkan beberapa bundelan laporan ke Bareskrim Polri untuk meminta agar laporan korupsi tersebut ditindaklanjuti.

"Kita segera melaporkan Polres Rohul ke Divisi Propam Polri, dan ke Wasidik. Kemudian meminta agar bapak Kabareskrim mengambil alih penyelidikan dari Polres Rohul. Untuk pihak BWSS III pastinya kita laporkan ke kementrian PUPR, agar pejabat yang tidak mampu bekerja di BWSS III itu diganti, penyerapan anggaran APBN pun tidak sia-sia digelontorkan," jelas Hombing.

Hombing mengaku sudah melengkapi data data lengkap terkait dugaan korupsi pembangunan penahan tebing tersebut dan sudah melakukan klarifikasi kepada pihak BWSS III.

"LSM Bara Api sudah melakukan klarifikasi ke Pak Andi yusandi selaku PPK di BWSS III Provinsi Riau, sebelum kita antar ke Jakarta perlunya klarifikasi dahulu. Data sudah kita lengkapi," tandas Hombing.

Melalui saluran telephone, Kasatreskim Polres Rohul, AKP Raenly Laboolang, kepada katakabar.com mengatakan bahwa proses penyelidikan masih terus dilakukan atas robohnya penahan sungai tersebut.

"Kita sudah periksa, jika tidak salah 6 sampai 7 orang dari masing-masing pihak, sudah kita minta keterangan. Dan kita lagi menunggu pendapat para ahli atas bobot pembagunan pembatas sungai Rokan tersebut," kata Raenly.

Saat katakabar.com mencoba meminta klarifikasi kepada Andi Yusandi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di BWSS III, no handphonenya tidak aktif.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait