Pulang dari Arab dan Malaysia, Mahasiswa Asal Riau Diisolasi di Jakarta

Pekanbaru, katakabar.com - Belasan mahasiswa asal Riau yang baru pulang dari Malaysia dan Arab Saudi, dilakukan isolasi mandiri di Jakarta. Selama proses pengisolasian sementara tersebut, kesehatan para mahasiswa diawasi. Mereka berada di sana menjelang adanya jadwal penerbangan yang saat ini dilarang pemerintah karena Covid-19. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, dua tempat pengisolasian mahasiswa Riau tersebut yakni untuk mahasiswa Riau yang berkuliah di Malaysia diinapkan di Mess Riau, kawasan Slipi, Jakarta.

Sementara mahasiswa Riau yang berkuliah di Arab Saudi isolasi di salah satu tempat dekat kawasan Bandara Soekarno-Hatta. 

"Mahasiswa Riau berkuliah di Arab Saudi dan Malaysia masih diisolasi sementara di Jakarta, menunggu penerbangan ke Pekanbaru," ujar Mimi, Senin (4/5).

Namun menurut Mimi lagi, sebelum mahasiswa tersebut sebelumnya juga telah melalui pemeriksaan kesehatan di negara masing-masing tempat mereka berkuliah, menggunkan rapid test. Hasilnya memang tidak ada gelaja gangguan kesehatan mengarah ke Covid-19.

"Seharusnya mahasiswa yang dari luar sebelum berangkat ke Indonesia dilakukan rapid tes terlebih dahulu. Supaya pemerintahan daerah yang menerima lebih aman. Tapi kalo belum dilaksanakan, maka rapid test dilakukan saat kedatangan di Pekanbaru," jelas Mimi.

Setelah menjalani serangkaian tes dan isolasi mandiri, kata Mimi, nantinya para mahasiswa tersebut baru diizinkan pulang ke Riau. Namun bukan berarti boleh langsung berkumpul bersama keluarga. 

Belasan mahasiswa tersebut kembali harus menjalani proses karantina di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau Jalan Ronggowarsito. Proses karantina dilakukan selama 14 hari. 

"Di Malaysia atau Arab Saudi sebelumnya belasan mahasiswa Riau itu sudah dirapid test. Kemudian setibanya di Jakarta, karena tidak ada penerbangan, jadi mahasiswa tersebut diminta melakukan isolasi mandiri. Tapi setelah pulang ke Riau kembali harus dikarantina selama 14 hari," tegas Mimi.

Bukan tanpa sebab, tes kesehatan dan karantina tersebut dilakukan agar keluarga para mahasiswa dapat menerima dengan tenang dan tidak was-was. “Begitu juga dengan masyarakat di sekitaran tempat mahasiswa tersebut berdomisili,” pungkas Mimi.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait