Puluhan Kendaraan Disuruh Putar Balik Selama PSBB di Siak


Siak, katakabar.com - Bupati Siak Alfedri tetap serukan agar tidak ada kelonggaran kendati pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah setempat menyisakan dua hari lagi.

Untuk memastikan itu, Selasa (26/5) Alfedri langsung mengecek posko chek point di jalan lintas Pelalawan - Siak, di Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau. 

"Posko chek point di Kerinci Kanan ini sangat efektif sejak sebelum pelaksanaan PSBB. Posko ini aktif 24 jam dengan petugas gabungan 2 sift setiap harinya," kata Alfedri kepada katakabar.com.

Ia menerangkan, kunjungannya ke posko chek point Kerinci Kanan untuk memastikan efektifitas fungsi posko tersebut. Tujuannya agar pelaksanaan PSBB tetap berjalan sebagaimana aturan yang berlaku. 

"Dari sisi personel masih sangat aktif dan lengkap, tidak ada kelonggaran sedikitpun," kata dia.

Alfedri juga mendapatkan laporan dari petugas di posko tersebut sudah puluhan kendaraan menuju Siak yang disuruh putar balik. Setiap kendaraan melintas, pengendara dan penumpang dicek suhu tubuhnya dan dirazia penggunaan masker.

"Bagi yang tidak sesuai atau melanggar ketentuan PSBB disuruh putar balik. Ada alasan mereka pergi wisata ke Siak, padahal wisata di Siak semua kan tutup, ada yang alasannya hanya pergi main-main, juga disuruh balik," kata Alfedri.

Petugas di chek point ini tetap komitmen mematuhi protap pelaksanaan PSBB demi memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Pihaknya bakal monitoring seluruh posko chek point di sejumlah perbatasan kabupaten Siak.

"Kita harus memastikan semua posko pantau berjalan lancar dan tidak ada kelonggaran. Setiap orang masuk ke kabupaten Siak harus menjalani protap yang telah ditentukan," kata dia.

Bagi pengendara yang ada keperluan mendadak dibolehkan masuk, namun tetap diperiksa suhu tubuh dan wajib menggunakan masker. Bagi pengendara atau penumpang yang suhunya di atas 38 derajat celcius langsung dirapid tes di lokasi.

"Bila hasil rapid tesnya reaktif langsung diisolasi ke RSUD Tengku Rafian Siak. Nanti di sana baru dilakukan swab. Ini bagian dari ikhtiar kita dalam rangka menangani Covid 19," kata dia.

Menurut Alfedri, penerapan PSBB di Siak kemberikan hasil yang baik. Data ODP tinggal 525 orang, dalam kategori tanpa gejala. Kemudian PDP Covid 19 tinggal 3 orang.

"Positif ada 3 orang, semuanya itu dari klaster Magetan, jadi tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan PSBB. Kalaupun tidak PSBB hasil swab ananda kita itu tentu juga tidak berubah ke negatif. Namun yang jelas, mereka bertiga sudah kita tangani secara baik, mudah-mudahan mereka segera sembuh," kata dia.

Editor : Sahril

Berita Terkait