Ramai Warga Belanja saat PSBB Corona, Ini Penjelasan Mall Pekanbaru

Pekanbaru, katakabar.com - Seperti tahun - tahun sebelumnya sejumlah mall di Pekanbaru dipadati pengunjung menjelang hari raya Idul Fitri meski di kota itu tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penularan dan penyebaran covid-19 di Bumi Lancang Kuning.

Meski begitu pengelola mall menetapkan sejumlah aturan seperti pembatasan waktu operasi dan protokoler kesehatan khusus Covid-19.

Misalnya saja Mall Pekanbaru (MP) yang beroperasi di bilangan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Pengunjung hanya dapat kengunjung mall ini mulai pukul 11.00-18.00 Wib.

Hal itu disampaikan langsung oleh Corporate Secretary Mall Pekanbaru, Reza Budi saat berbincang bersama katakabar.com, Senin (18/05) malam. Dia menuturkan pembatasan waktu itu diterapkan guna mendukung kebijakan PSBB yang diterapkan pemerintah.

"Cuma sampai jam 18.00 Wib. Kita juga wajibkan pengunjung pakai masker, yang tidak pakai masker dilarang masuk. Terus melakukan pengukuran suhu tubuh, suhu di atas 37,5 juga dilarang masuk," terangnya.

Pihaknya juga sediakan handsanitizer dan tempat cuci tangan di tiap pintu masuk mall. "Kita memang gak pernah tutup, tetapi mengurangi jam operasional dan menerapkan protokoler pencegahan dan penularan covid-19," terangnya.

Dikatakannya, sejak mewabahnya virus Corona di Pekanbaru, jumlah pengunjungnya menurun drastis. Bahkan mencapai 80 persen.

Sementara, kelonggaran diberikan kepada pengelola mall di Pekanbaru memang dibenarkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dengan berbagai syarat.

Juru Bicara Umum Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menerangkan pusat perbelanjaan seperti mall harus menerapkan  protokol kesehatan, seperti physical distancing dan menyediakan thermogun.

"Mereka memang diizinkan beroperasi mulai dari jam 11.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB, dengan catatan menerapkan physical distancing. Kalau perlu menambahkan peralatan yang dibutuhkan untuk protokol kesehatan itu," katanya.

Meski begitu, memang pengelola mall memiliki tanggung jawab penuh jika memang ada kekurangan dalam penerapan protokoler kesehatan itu.

"Kita telah siapkan sanksi seperti teguran dan sanksi administrasi jika persyaratan yang kita terapkan tidak dipenuhi pusat perbelanjaan itu," bebernya.

Sementara, menanggapi tetap bukanya sejumlah mall di masa PSBB dan ditutupnya sejumlah rumah ibadah di masa yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Hardianto menyarankan agar pemerintah daerah harus bertindak tegas, sehingga tidak ada persepsi dari masyarakat yang menilai kebijakan itu tidak adil.

"Kita meminta kepada Pemda untuk menertibkan mal-mal yang mengundang banyak warga untuk berkumpul. Seharusnya yang tetap boleh beroperasi itu adalah pasar swalayan yang memang menyediakan kebutuhan pokok. Sementara mall kan hanya jual sandang seperti baju, sepatu. Seharusnya ditutup sesuai PSBB," tegasnya.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait