Ranah Minang Februari 2020, Ini Indeks Harga Konsumen dan Inflasi

Padang, katakabar.com - Kota Padang mengalami deflasi sebesar 0,29 persen dan Kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 0,46 persen, ujar kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Pitono, seperti dikutip dari Situs Resmi Diskominfo Sumatera barat.

IHK merupakan salah satu indikator ekonomi penting yang dapatmemberikan informasi mengenai perkembangan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen.

Penghitungan IHK ditujukan untuk mengetahui perubahan harga dari sekelompok tetap barang dan jasa umumnya dikonsumsi masyarakat. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) dari barang dan jasa punya kaitan dengan kemampuan daya beli yang masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan tetap.

Tingkat perubahan IHK (inflasi/deflasi) yang terjadi mencerminkan daya beli dari uang yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semakin tinggi inflasi semakin rendah nilai uang dan semakin rendah daya belinya.

Deflasi di Kota Padang terjadi, lantaran adanya penurunan indeks pada Dua kelompok pengeluaran. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok transportasi sebesar 2,07 persen, diikuti penurunan indeks pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,29 persen.

Inflasi di Kota Bukittinggi terjadi karena kenaikan indeks pada 6 Enam kelompok pengeluaran. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,28 persen dan diikuti kenaikan kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,06 persen.

Laju inflasi Tahun kalender hingga Bulan Februari 2020 Kota Padang dan Kota Bukittinggi masing-masing sebesar 0,36 persen dan 0,70 persen.

Laju inflasi year on year Kota Padang (Februari 2020 terhadap Februari 2019) sebesar 2,21 persen dan Kota Bukittinggi sebesar 2,76 persen.

Dari Dua Puluh Empat Kota IHK di Sumatera, sebanyak Enam Belas Kota mengalami inflasi dan Delapan Kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jambi sebesar 0,75 persen dan terendah terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,09 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,2 persen dan terendah terjadi di Kota Padang Sidimpuan sebesar 0,01 persen.

Kota Padang menduduki urutan ke Empat dari semua kota deflasi di Sumatera dan Kota Bukittinggi urutan Lima dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

Secara nasional Kota Padang menduduki urutan keenam dari semua Kota yang mengalami deflasi di Indonesia dan Kota Bukittinggi urutan ke Dua Puluh Lima dari semua kota yang mengalami inflasi di Indonesia.

Editor : Sahdan

Berita Terkait