Ratusan Santri Doakan Gubernur Syamsuar Sembuh dari Covid-19

Pekanbaru, Katakabar.com - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya menyampaikan, ratusan santri dari Pondok Pesantren Modern Fataha Kabupaten Siak melakukan istighosah kebangsaan untuk mendoakan kesembuhan Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar setelah diumumkan terkonfirmasi Positif Covid 19.

Dimana pada Selasa (01/12/20), Juru Bicara Satuan Tugas Covid 19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengumumkan secara langsung melalui press conference bahwa Gubri terkonfirmasi Positif Covid 19. 

Semenjak pengumuman tersebut disampaikan oleh Jubir Covid19 Riau, Banyak pihak yang memberikan dukungan dan turut mendoakan kesembuhan orang nomor satu di Riau ini, salah satunya dari kalangan para pesantren.

"Pelaksanaan istighosah diinformasikan dari pihak pondok pesantren, acaranya digelar usai shalat Magrib berjamaah," katanya, di Pekanbaru, Kamis (03/12/20).

Sekdaprov Riau menjelaskan, pelaksanaan istighosah tersebut dilakukan di Masjid Fataha yang berada di areal komplek pesantren di Desa Maredan Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Ia menuturkan, berdasarkan pernyataan dari pihak Pengasuh Pesantren Fataha, KH. Khairul Akhyar, pelaksanaan istighosah bersama para santri dengan menggelar doa kepada Allah untuk kesembuhan Gubri beserta keluarga dan seluruh pihak yang terkonfirmasi Positif Covid19 dan berjuang untuk sembuh.

"Pernyataan dari Kyai Haji Khairul Akhyar, ketika para santri asuhannya dikabari bahwa bapak Gubernur Riau positif Covid 19, mereka sangat kaget. Karena bapak Gubernur juga selama ini begitu perhatian terhadap para santri yang ada di Riau ini," jelasnya.

Yan Prana Jaya mengungkap melalui istighosah kebangsaan ini, KH Khairul Akhyar juga meminta dan mengajak para santrinya untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Imbauan harus terus disampaikan oleh pimpinan pondok pesantren kepada para santri terkait disiplin protokol kesehatan dan tetap menjaga jarak serta menggunakan masker selama berkegiatan terutama di kompleks pondok pesantren," tutupnya. 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait