Reskrim Polsek Mandau Bekuk Komplotan Pencurian Onderdil Alat Berat

Duri, katakabar.com - Tim Opsnal Reserse Kriminal Polsek Mandau ringkus tiga orang pria terduga pelaku pencurian komponen (Onderdil) alat berat, masing-masing bernama YM umur 35 tahun, MF umur 23 tahun, dan A umur 21 tahun, pada Sabtu (18/6) lalu.

Kepal Kepolisian Sektor Kecamatan Mandau, Kompol Indra Lukman Prabowo kepada wartawan lewat siaran persnya, pada Selasa (21/6) mengatakan, pengungkapan kasus dugaan tindak pidana pencurian komponen alat berat berawal dari adanya laporan Mahmudin Purba umur 42 tahun kepada polisi.

Pelaku pertama ditangkap di kawasan Jalan Segati, Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, pelaku dua dan tiga  ditangkap di kawasan Jalan Sultan Syarif Kasim Gang Dayang Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan, serta di Jalan Karangrejo Gang Amanah Desa Balai Makam Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.

Selain meringkus ketiga pelaku, polisi turut mengamankan satu unit komputer alat berat.

Sementara, para pelaku dijerat ke dalam perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan seperti tertuang dalam rumusan pasal 363 KUHPidana, ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Mandau, AKP Firman menjelaskan, kronologi pencurian lokasinya di Jalan Rangau kilometer 20 Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan, pada Jumat (10/6) sekitar pukul 07.30 WIB lalu, telah terjadi tindak pidana pencurian dua unit Monitor dan Komputer Eskavator Merk Caterpiliar 320GC dan 313D2 milik PT. Sri Ulina Ersada Karina diduga dilakukan terlapor dalam lidik.

Saat pelapor sedang berada di kantor dapat telepone dari operator alat berat atasnama Madan Siregar (saksi 2) yang memberitahukan dua unit Monitor dan Komputer Eskavator Merk Caterpiliar 320GC dan 313D2 yang sebelumnya terpasang di eskavator tidak ada lagi.

Mengetahui hal tersebut, pelapor  mendatangi lokasi bersama petugas keamanan atasnama Irca Medi Ketaren (saksi 1). Setelah dicek ternyata benar dua unit Monitor dan Komputer Eskavator Merk Caterpiliar 320GC dan 313D2 sudah hilang.

PT. Sri Ulina Ersada Karina mengalami kerugian sebesar lebih kurang Rp400 juta,  dan pelapor melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Dari laporan itu, Kapolsek Mandau, Kompol Indra Lukman Prabowo perintahkan Panit Opsnal Polsek Mandau, Ipda Raditya Wahyu Aji Pambudi bersama tim opsnal Polsek Mandau melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku pencurian onderdil alat berat.

Dari hasil penyelidikan tim mendapatkan informasi ada transaksi jual beli komputer alat berat dengan jenis yang sama di Pekanbaru.

Tim opsnal Polsek Mandau dipimpin Panit Opsnal Polsek Mandau Ipda Raditya Wahyu Aji Pambudi  bergeser ke lokasi transaksi yang berada di kedai Kopi Pao Jalan Riau Ujung Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru.

Di sana, tim opsnal Selanjut mendatangi sumber informasi. Benar saja, sumber menunjukan barang bukti berupa 1 set komputer alat berat tersebut.

"Saya disuruh GS untuk menjualkan 1 set komputer alat berat tersebut. Saya berteman, dan tahu korban telah kehilangan komputer alat berat yang sama. Sumber mau membantu korban, dan tim opsnal untuk masuk kedalam jaringan kejahatan pencurian komputer alat berat.

Berkat informasi tersebut tim opsnal amankan GS. Setelah diinterogasi, GS mengakui perbuatannya dan memberitahu barang didapat dari L.

Terus tim opsnal mendatangi L, dan melakukan interogasi. L mengakui komputer Alat berat didapat dari YM di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan Riau.

Tim opsanal  berhasil mengamankan diduga pelaku utama dalam perkara pencurian dengan pemberatan Komputer Alat Berat Milik PT. Sri Ulina Ersada Karina. Pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian komputer alat berat milik korban bersama dua orang rekannya bernama MF dan A.

Tidak sampai di situ, tim opsnal melakukan perburuan, dan  berhasil mengamankan MF dan A. Setelah diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya.

Kini ketiga pelakau dan barang bukti diserahkan ke penyidik Unit Reskrim Polsek Mandau untuk penyidikan Lebih lanjut, sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait