Ribuan Perawat Prancis Berada di Titik Kritis Kelelahan Tangani Pandemi Covid-19

Katakabar.com - Lebih dari setengah perawat Prancis mengalami kelelahan, menurut sebuah survei sebanyak hampir 60.000 perawat yang diterbitkan pada Minggu. Survei menemukan para perawat tetap bekerja dengan membatalkan liburan mereka dan tugas yang bertambah karena virus corona.

Dilansir France 24, Senin (12/10), survei yang dilakukan serikat perawat Prancis ini menemukan 57 persen responden dilaporkan berada dalam sebuah "kondisi kelelahan karena pekerjaan", naik dari 33 persen sebelum pandemi global Covid-19 yang menyerang Prancis pada awal 2020.

Temuan ini menyoroti ketegangan yang dirasakan di sektor perawatan kesehatan di Eropa, yang berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama gelombang pertama infeksi dan sekarang menghadapi lonjakan kasus baru.

Hasilnya juga kemungkinan akan meningkatkan tekanan pada pemerintahan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang berhaluan tengah, dengan lebih dari sepertiga perawat mengatakan departemen mereka kekurangan staf dibandingkan dengan kondisi normal, dan dua pertiga mengatakan kondisi kerja memburuk sejak dimulainya pandemi.

Satu dari lima perawat mengatakan mereka tidak dapat mengambil cuti sejak Maret.

"Sementara ada 34.000 posisi perawat kosong saat ini pada tahun 2020, kondisi kerja yang terdegradasi berarti kami berisiko melihat lebih banyak lagi perawat yang menyerah," kata serikat pekerja dalam pernyataannya.

Merdeka.com

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait