Rumah Baru Buat Mbah Sukini

Meranti, katakabar.com - Wanita berambut putih, raut wajah berkerut, dan bertubuh bungkuk bernama Mbah Sukini. Mantan dukun beranak warga Desa Melai, Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti sudah bisa tertidur pulas dengan pamannya di rumah yang layak huni.

Kondisi tempat tinggalnya yang dulu, jauh dari kata layak huni terlihat apik. Relawan Komitmen untuk Masyarakat Meranti (RCommunity), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), pihak kepolisian dan masyarakat yang bersinergi membuat rumah baru layak untuk ditempati Mbah Sukini.

RCommunity dan PWI Meranti melihat kondisi rumah yang berada di Desa Tenan, Kecamatan Tebingtinggi Barat, tidak mudah. Untuk menjangkaunya butuh waktu 1 Jam lamanya perjalanan dari Kota Selatpanjang.

Tiba di lokasi, terlihat rumah yang ditempati kondisi sudah tidak layak huni, lantainya terbuat dari kayu sudah lapuk dan rapuh, dindingnya sama dari kayu kondisinya sama dengan lantai, mendongak keatas langit - langit tampak daun rumbia sedikit saja tersulut api langsung terbakar, santing lamanya atap daun rumbia tak diganti.

"Ini rumah paman saya. Di sini saya menumpang," ujar Mbah Sukini saat tim RCommunity dan pengurus PWI Kepulauan Meranti bertandang ke rumah belum lama ini.

"Saya kelahiran Salatiga, jawa Tengah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari, seperti makan dan lainnya, paman saya yang biayai dari hasil potong karet. Terkadang ada masyarakat yang bermurah hari memberi bantuan, makan nasi campur garam sudah biasa, cerita Mbah.

Rumah baru Mbah Sukini bersama pamannya dari swadaya warga setempat, masih dalam tahap pengerjaan. RCommunity dan PWI Meranti berinisiatif melanjutkan pembangunan yang mangkrak.

"Pengerjaan rumah secara swadaya masyarakatbbaru sekitar 60 persen, RCommunity dan PWI Meranti bersedia melanjutkan pembangunannya rampung," kata salah satu penggerak RCommunity, Robert Martias.

Untuk melanjutkan konstruksi rumah perlu bahan - bahan bangunan berupa kayu olahan, seng, hingga triplek. Biaya bahan - bahan RCommunity yang beli, pengerjaannya bersama - sama dan akhir rampung dan bisa ditempati.

Meski rumah sudah bisa ditempati, itu belum cukup kasur buat Mbah Sukini biar tidur rada nyaman dibeli, sebab tidur si Mbah beralaskan tikar selama ini," beber ketua Komunitas Selatpanjang Gowes United (Sagu) ini.

Rampungnya pembangunan Mbah Sukini dan pamannya, tidak terlepas dari andil kepolisian. RCommunity bersinergi dengan kepolisian saling bahu membahu sepekan lamanya meringankan beban masyarakat."

Berkat kerjasama dan gotong royong rumah baru diserahkan kepada Mbah Sukini untuk ditempati, pada Sabtu (17/10) tadi siang.

Editor : Sahdan

Berita Terkait