Rusak Parah, Pisang Tumbuh di Tengah Jalan Lintas Rohul-Duri

Bonai Darussalam, katakabar.com - Kerusakan jalan lintas Provinsi Kota Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu ke Kota Duri Kabupaten Bengkalis semakin parah. Kerusakan tersebut berada di desa Kasang Padang, Sontang dan Bonai.

Akibatnya, perekonomian di Kecamatan Bonai Darussalam ini pun sangat terganggu dengan akses tranportasi lumpuh total. Harga-harga hasil produksi pertanian masyarakat dan hasil tangkapan ikan sulit untuk dipasarkan atau dibawah ke Kota Duri.

"Sementara harga kebutuhan pokok masyarakat yang akan dibeli meroket drastis, akibat biaya ongkos yang dikeluarkan semakin membengkak," kata Ketua Lembaga Kerapatan Adat (LKA),  Kecamatan  Bonaidarussalam, Sudirman kepada katakabar.com, Kamis.

Akibat kesal dan kecewa terhadap Pemprov Riau jalan tak kunjung diperbaiki, belasan warga di Kecamatan Bonai ini dengan warga desa Sontang, menggelar aksi tanam pohon pisang dan kelapa sawit di badan jalan lintas Provinsi Riau sepanjang 1 Km.

Aksi warga tersebut, sebagai bentuk puncak kemarahan dan kekesalan mereka yang hingga kini jalan lintas Provinsi menghubungkan Dusun I desa Sontang ke Dusun III Kasang Padang tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah Provinsi Riau.

"Jika tidak segera dilakukan perbaikan jalan yang rusak ini, kami akan memblokir jalan tersebut. Sehingga tidak ada lagi aktivitas kendaraan yang melintas, kami minta kepastian dari bapak Gubernur Riau, karena kami merasa dianak tirikan," kata salah seorang warga Sontang Ibnu Nazib, diikuti teriakan belasan warga lain yang ikut dalam aksi tanam pohon pisang dan kelapa sawit di lokasi jalan buruk itu.

Aksi tersebut kata Ibnu Nazib, sebagai bentuk kekecewaan masyarakat akibat kondisi jalan buruk. Selain banyak kendaraan yang terjebak di jalan rusak, kondisi jalan bagaikan 'bubur'. Bahkan mobil pribadi maupun sepeda motor warga tak lagi bisa melintasi jalan tersebut.

"Kita menuntut tanggungjawab Provinsi Riau, termasuk pak Gubenur Riau sesuai janjinya saat kampanye dulu akan melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Tapi mana buktinya, dengan jalan rusak sudah 7 bulan pasca banjir hingga kini belum ada disentuh perbaikan baik itu dari Dinas PUPR Riau," tegas Ibnu Nazib lagi.

Sepanjang jalan rusak parah tersebut, puluhan warga pengendera sepeda motor yang akan bepergian ke Kota Duri maupun desa Kasang Padang juga Bonai, kini terpaksa harus menggunakan jasa angkutan pompong (perahu kayu) dan harus membayar uang pribadi antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu sekali jalan dengan jarak 1 km.

 

Setidaknya 10 sampan kayu, aktif beraktivitas selama 24 jam untuk membantu tranportasi warga. Ini satu-satunya solusi jasa penyeberangan pompong bagi pengendara sepeda motor agar bisa melintasi jalan rusak tersebut.

Dari pinggir jalan buruk sepanjang 1 km itu, genangan air daerah parit jalan, pengguna jasa sampan memanfaatkannya untuk menyeberangkan warga yang akan bepergian baik ke Sontang maupun ke Kasang Padang menuju Kota Duri.

"Terpaksa kita menggunakan jasa penyeberangan sampan ini. Kondisi jalan bubur 1 Km  tak dapat kita lalui, karenanya kita menggunakan penyeberangan alternatif dengan mengeluarkan kost yang lumayan besar," sebut salah seorang warga yang melintas dari Sontang menuju Duri.

Menanggapi aksi belahan warga yang menanam pohon pisang dan kelapa sawit di badan jalan yang rusak, Kepala Desa Sontang Zulfahriyanto SE mengatakan, pemerintah desa tidak bisa mencegah aksi protes masyarakat yang merasa kesal atas kerusakan jalan karena tidak juga dilakukan perbaikan.

Warga kata Kades itu, sebelumnya sudah menyampaikan kondisi jalan buruk itu ke dia berkali kali terkait permintaan perbaikan jalan. Malahan dirinya sudah merespon dan sudah melayangkan surat permohonan perbaikan jalan rusak ke Gubernur Riau. Bahkan, tiga kali sudah surat melayang kemeja Gubernur Riau namun tidak juga direspon untuk perbaikan.

"Ini puncak kekesalan masyarakat, kita tidak bisa melarang melakukan aksi tanam pohon di badan jalan yang kini kondisinya rusak total. Apalagi jalan lintas provinsi Riau yang benar benar hanya 1 km saja mengapa provinsi tak mampu memperbaikinya," tegas Zulfahriyanto, yang juga menjabat Ketua DPD KNPI Rohul juga Ketua APDESI Rohul.

Zulfahriyanto yang juga tokoh masyarakat Bonai Darussalam mengakui, selama ini jalan rusak diperbaiki secara swadaya. Pemerintah Desa Sontang bersama Plt Camat Bonai Darussalam Setyono, termasuk partisipasi dari perusahaan PT Graha Permata Hijau, PT RAS juga Andhika dan PT SJI Coy.

"Sejak jalan rusak tiga unit alat berat eksavator, geleder dan bomax milik PT Graha Permata Hijau disiagakan 24 jam guna membantu bila ada kendaraan terjebak," ujarnya.

Kemudian lanjut Zulfahrianto, jika kondisi itu dibiarkan maka ancaman masyarakat bisa terjadi. "Itu bisa terjadi bila tidak juga ada perbaikan dari pihak provinsi Riau. Akses jalan tersebut bukan hanya akses jalan masyarakat saja, namun juga akses kendaraan pengangkut CPO, kelapa sawit, BBM menuju ke Pelabuhan Dumai. Kita tidak bisa melarang masyarakat bila nantinya melakukan aksi blokir jalan," lanjutnya.

Zulfahrianto meminta agar anggota DPRD Riau dari Dapil Rohul menyuarakan dan memperjuangkan untuk pembangunan akses jalan lintas Provinsi Riau, terutama perbatasan Bonai Darussalam dengan Duri.

"Setidaknya ada pemeliharaan dan perbaikan jalan Provinsi Riau ini secara berkala, sehingga kerusakan total pada badan jalan tersebut tidak terjadi seperti ini," katanya.

Editor : Anggi

Berita Terkait