Sabu dan Pil Ekstasi Dikendalikan Dari Lapas Inhu

Pelalawan, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko bersama Kasat Res Narkoba IPTU Gus Purwantoro dan jajarannya gelar konferensi pers di Aula Meranti Mapolres Pelalawan.

Konferensi pers digelar ssoal pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di wilayah hukum Polres Pelalawan, yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pada Jumat (5/2) kemarin.

Pengungkapan dan pengembangan perkara tindak pidana narkotika ini, dengan para tersangka masih dikendalikan oleh jaringan narkoba dari narapidana lapas Inhil dan diketahui dikendalikan dari jaringan Lapas Tanjung Kusta Medan.

"Pelaku Andi alias Aan, Harminto alias Minto, Unyil alias Ombung, dan Yongki, dimana ada 4 tempat kejadian perkara. Salah satunya Yongki pengungkapan hingga LP, bisa disebut bangker penggerak narkoba cuma bermodalkan hendphone dan ATM. Itu sebabnya, tidak ada barang bukti," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko.

Kasat Narkoba Polres Pelalawan, IPTU Gus Purwantoro meneruskan, penangkapan ini berawal dari tangkapan kecil 0,29 gram dari si Andi di Kecamatan Pangkalan Lesung, Senin(1/2) lalu.

Setelah dikembangkan ujar Kasat Narkoba ini, lewat percakapan Harminto alias Minto. Pelaku ditangkap di hari yang sama. Tapi, kami tidak menemukan barng bukti. Setelah melakukan penyitaan handphone dari Minto, baru melihat percakapan WhatsApp dengan Unyil.

Si Unyil ditemukan di Lirik Kabupaten Inhu, sama bermodalkan handphone. Begitu diinterograsi terlihat percakapan handphonenya, ulasnya.

Dilanjutkan IPTU Gus, setelah dapat informasi percakapan Unyil dan sering bertransaksi lewatbe-bangking.

Dari situ, kami dapat informasi si Unyil dikendalikan Yongki narapidana narkotika yang ditahan di Lapas Tembilahan 9 bulan lagi keluar atau bebas, sebab sudah menjalani hampir 6 tahun lebih penjara.

Selepas itu, kami bergerak ke lapas Tembilahan. Setelah berkoordinasi, Resnarkoba Polres Tembilahan dibantu dan berkoordinasi denga Kalapas. Yongki berhasil diamankan, serta barang bukti 1 buah handphone, 1 buah ATM.

Handphone Yongki punya fasilitas e-bangking bisa bertransaksi di dalam Lapas. Dari pengkuan Yongki, mereka bagian dari jaringan Lapas Tanjung Kusta Sumetera Utara (Sumut).

"Kasus ini masih ddalami, apakah ada tindak pindana pencucian uang dari transaksi. Kami sudah stop rekening koran, dan sudah diprint out berikutnya dilaporkan," ceritanya.

Berikut identitas dan Barang Bukti ke 4 (empat) tersangka berhasil diamankan dan teridentifikasi Andi Als Aan umur 32 tahun, dengan barang bukti 1 paket barkotika dibungkus dengan plastik bening klep Merah bersih 0,29 gram,
1 Unit handphone merk Vivo Biru dari Hermanto alias Minto umur 31 tahun, disita 1 unit handphone merk Samsung dari Ombung.

Dari Unyil 1 Paket Besar narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening klep Merah dengan berat bersih 42,62 gram, Empat setengah butir pil ekstasi merk LV Hijau dengan berat bersih 1,66 gram, 1 bal plastik bening klep merah, 2 Unit Timbangan digital Hitam dan Silver, 1 unit handphone merk Redmi Hitam.

Dari Yongki umur 24 tahun narapidana di Lapas Kelas II A Tembilahan. Barang buti yang disita dari tersangka, 2 unit handphone merk Oppo Biru dan Hitam, 1 Buah ATM BNI atas nama Tarikatu Alpera tri .

"Pasal yang dipersangkakan terhadap pelaku adalah pasal 114 Ayat (1), (2) Jo 112 Ayat (1), (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait