Sanusi Tekankan Perusahaan Patuh Aturan, Kalau Tidak Siap-siap!

Bengkalis, katakabar.com - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Sanusi menekankan kepada semua perusahaan yang berada dan beroperasi di wilayah Kabupaten Bengkalis, mesti taati segala peraturan yang ada di daerah ini.

Penekanan Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bukan tanpa alasan, sebab diduga sejumlah perusahaan yang beroperasi di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis ini mengangkangi aturan yang ada.

Itu bukan isapan jempol saja, sudah pernah dibuktikan dengan sidak yang dilakukan Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis ini belum lama ini.

Komisi I DPRD Bengkalis selalu mengawasi perusahaan yang masih nakal dengan segala aturan yang ada, termasuk yang berada di daerah 'Kota Duri'.

Ketidakpatuhan perusahaan ini tidak saja pada aturan tentang keberadaan perusahaan surat izin berkantor, tapi lebih pada Perda Nomor 4 Tahun 2004 tentang tenaga kerja lokal, dan hal-hal lain yang bersifat fundamental, tegas anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis, Sanusi kepada sejumlah wartawan, Kamis (18/2).

Kita selalu dan siap mengawasi perusahaan-perusahaan yang masih nakal. Apalagi yang kangkangi aturan yang ada di Kabupaten Bengkalis ini.

Dari sidak yang pernah dilakukan bersama teman-teman di Komisi I dan Dinas Tenaga Kerja beberapa waktu lalu, terbukti ditemukan perusahaan yang sudah lama bercokol di Duri ini, belum patuhi aturan.

"Ini sangat lucu, mestinya mereka patuhi aturan yang ada. Bila semua perusahaan ini patuhi aturan yang ada, bisa menambah pendapatan daerah. Kalau mereka (perusahaan) tak patuhi aturan, siap-siap kita sidak," beber lelaki yang disapa akrab Yung Sanusi ini.

Untuk itu kata Sanusi, bakal melakukan langkah sesuai aturan kepada sejumlah perusahaan yang masih nakal dan tak taat peraturan.

"Berkenaan dengan Perda Nomo 4 Tahun 2004 tentang tenaga kerja lokal. Ini sangat disayangkan, sebab perusahaan belum melakukan aturan ini dengan sepenuhnya faktanya, dengan masih banyaknya tenaga kerja dari luar dan belum punya KTP Kabupaten Bengkalis. Padahal tenaga kerja kita punya pengalaman dan ilmu seperti apa yang diharapkan perusahaan."

Nah, tentang program CSR mereka, yang sudah bertahun-tahun masih belum dibuktikan secara nyata, padahal perusahaan diharapkan melakukan kegiatan CSR di tengah masyarakat. Itu sebabnya, perlu dilakukan penegasan ke depan, tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait