Satu Karyawan Bank Permata Positif Corona

Katakabar.com - Satu orang karyawan Bank Permata yang berkantor di Gedung WTC II Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, dikonfirmasi positif virus corona. Karyawan tersebut tengah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

"Iya betul," ujar Head of Corporate Affairs Bank Permata Richele Maramis kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/3).

Dalam surat pemberitahuan manajemen, diinformasikan jika karyawan terkait terakhir bekerja di lantai 27, pada Kamis, 12 Maret lalu. Kemudian, yang bersangkutan dikonfirmasi positif virus corona pada Kamis, 19 Maret. Selama periode itu, ia tak hadir di kantor.

Hasil penelusuran awal yang dilakukan, karyawan tersebut kemungkinan terpapar saat menghadiri acara kedukaan keluarga pada 13-14 Maret. Seorang keluarga yang meninggal tersebut juga terjangkit virus corona.

Menindaklanjuti temuan itu, pada Jumat, 20 Maret manajemen melakukan pembersihan menyeluruh di seluruh lantai Gedung WTC II. Seluruh karyawan yang berkantor di WTC II diminta untuk bekerja sesuai dengan Business Continuity Plan (BCP) yang ditetapkan, baik bekerja di kantor Bank Permata lain maupun bekerja dari rumah.

Sementara itu, satu orang karyawan yang bekerja di lingkungan Gedung PT Tiara Marga Trakindo (TMT) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, juga dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona. Informasi tersebut tercantum dalam surat edaran perseroan kepada seluruh direksi dan karyawan Tiara Marga Trakindo Grup pada Jumat (13/3) lalu.

Dalam surat edaran yang diterima CNNIndonesia.com disebutkan bahwa pada Kamis (12/3), direksi telah bertemu dengan Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

"Direksi mendapatkan laporan resmi bahwa pada saat ini ada satu orang karyawan yang bekerja di lingkungan Gedung TMT, telah terinfeksi virus corona secara positif," bunyi surat edaran dikutip, Kamis (19/3).

Saat ini, karyawan tersebut telah diisolasi di salah satu rumah sakit rujukan pemerintah. Lewat penelusuran lebih lanjut, karyawan tersebut masih beraktivitas di Gedung TMT sampai dengan Jumat (21/2).

Perusahaan bekerja sama dengan dinas kesehatan mulai melakukan penelusuran (contact tracing) serta observasi pihak-pihak yang mungkin mengalami kontak langsung dengan karyawan bersangkutan.

Ini merupakan tindakan pencegahan meluasnya potensi kontaminasi. Pihak Gedung TMT juga membersihkan area gedung menggunakan cairan desinfektan pada 7-8 Maret 2020, dan terus dilakukan sampai saat ini.

Perseroan juga mengimplementasikan langkah pencegahan dan terus ditingkatkan secara intensif. Langkah-langkah pencegahan meliputi penggunaan thermal scan, penyediaan hand sanitizer, penyediaan masker, edaran manajemen terkait virus corona dan pencegahannya (IOM), sosialisasi virus corona dan Medical Evacuation Response Plan (MERP).

Atas kondisi tersebut, direksi meminta seluruh pihak mengkaji ulang rencana pertemuan dan rapat bisnis. Namun, jika pertemuan dan rapat bisnis tetap harus dilaksanakan, maka peserta wajib memenuhi ketentuan pencegahan virus corona.

"Direksi kembali mengingatkan kepada seluruh direksi dan karyawan Grup TMT untuk tidak panik namun lebih meningkatkan kewaspadaan, tidak meremehkan potensi wabah ini, selalu mencari referensi yang terpercaya, dan menghindari berita bohong (hoax)," bunyi surat edaran.

CNNIndonesia.com telah melayangkan surat elektronik kepada manajemen perusahaan melalui pihak konsultan Public Relations (PR), namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban dari manajemen. CNN Indonesia

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait