Satu Tewas Tertembak Saat Massa Trump Serbu Gedung Kongres

Katakabar.com - Seorang wanita tewas tertembak saat massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu masuk ke Gedung Kongres di Capitol Hill, Washington D.C, Amerika Serikat pada Rabu petang (6/1) waktu setempat.

Wanita tersebut dinyatakan meninggal saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit. Hal tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Departemen Kepolisian Metropolitan.

"Ya, wanita dewasa yang ditembak di dalam Capitol dan meninggal di rumah sakit daerah," kata Juru Bicara Kepolisian Dustin Sternbeck kepada CNN. Menurut dia saat ini tim masih menyelidiki insiden tersebut.

Pendukung Donald Trump melakukan demonstrasi saat kongres mengesahkan kemenangan Joe Biden di Piplres AS. Unjuk rasa berlangsung ricuh. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Dilansir AFP, massa pendukung Trump itu sampai saat ini masih tertahan di luar ruang sidang.

Menurut sumber seorang anggota Kongres AS, petugas kepolisian pengamanan obyek vital langsung bersiaga dengan mencabut senjata api mereka ketika massa Trump hendak menerobos ke ruang sidang.

Sumber itu mengatakan para pendukung Trump terus menggedor-gedor pintu masuk ruang sidang yang dikunci.

"Petugas keamanan Kongres dan kepolisian ibu kota bersiaga dengan memegang senjata api, sementara para pengunjuk rasa terus menggedor pintu. Kami diminta mengenakan masker gas air mata dan tiarap," kata sumber itu.

Petugas keamanan Kongres dilaporkan menembakkan gas air mata untuk memaksa para pendukung Trump keluar dari Gedung Kongres.

Situasi yang mencekam itu membuat Kongres memutuskan melakukan reses sidang pengesahan hasil pilpres.

Trump, mengajak para pendukungnya untuk melakukan unjuk rasa damai dan tidak terpancing dengan provokasi sehingga akan memicu kerusuhan.

CNN Indonesia

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait