Sebulan, Tercatat Sebelas Kasus Bencana di Kabupaten Bengkalis

Bengkalis, katakabar.com - Dalam bulan Agustus 2020, tercatat sebelas kasus bencana alam telah terjadi di Kabupaten Bengkalis. Bencana alam itu sudah ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis.

"Selama Agustus 2020, tercatat sebelas kasus bencana alam terjadi di Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bengkalis,Tajul Mudarris, lewat surat yang dilayangkan ke Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, kemarin.

Diceritakan Tajul sapaan akrabnya, peristiwa bencana kebakaran hutan dan lahan terjadi di perbatasan Desa Sepahat dan Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana. Bencana yang sama di kawasan Jalan Siak Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan, Jalan Siak Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan dan telah area 06 DSF Cevron Desa Harapan Baru Kecamatan Mandau, pada 9 dan 10 Agustus 2020.

Bencana serupa terjadi di Tengganau berbatasan dengan Desa Penaso Kecamatan Talang Muandau Desa Tengganau Kecamatan Pinggir, pada11 Agustus 2020.

Terus, Kapal Nelayan di perairan Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara tenggelam, pada
22 Agustus 2020. Bencana puting beliung yang mengakibatkan kerusakan materi fisik dan bangunan di Desa Batang Dui sebanyak 30 Kepala Keluarga dan Desan Balai Makam 2 Kepala Keluarga, pada 23 Agustus 2020.

Bencana yang sama pada hari sama, yang berdampak rusaknya materi fisik dan bangunan di Kelurahan Air Jamban sebanyak 3 Kepala Keluarga dan Desa Pematang Pudu sebanyak 1 Kepala Keluarga, pada 28 Agustus 2020.

Bencana kebakaran laha lagi di jalan Kampung Delik Kelurahan Tanjung Kapal Kecamatan Rupat, pada 31 Agustus 2020.

Sebelumnya pada 30 Agustus 2020, terjadi kebakaran lahan di jalan Rangau belakang lapang Heli  Desa Buluh Manis dan kebakaran lahan di jalan Siak Desa Balai Makam Kecamatan Bathin Solapan.

Untuk itu, jangan membuka lahan dengan cara membakar, penebangan pohon liar dan tindakan-tindakan yang bisa merusak alam, karena semua itu akan berpontensi menimbul kasus baru. Apalagi bencana alam kebakaran lahan dan hutan paling menonjol selama Agustus 2020 ini.

Editor : Sahdan

Berita Terkait