Semangat Hadapi Karhutla Dari Sudut Arifin Ahmad

Pekanbaru, Gatra.com - Sudah lebih dari setengah jam tiga lelaki itu nampak serius ngobrol di lantai dua Kantor Perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP-Apkasindo) di kawasan jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Sabtu (15/2).

Topik yang mereka bicarakan di antara gelas berisi kopi Siantar itu cuma satu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tapi lantaran yang bertemu adalah tiga lelaki dengan latar belakang yang berbeda, obrolan itu semakin 'hidup'.

Adalah Gulat Medali Emas Manurung, Ketua Umum DPP Apkasindo, menjadi lelaki paling tua di antara mereka. Sebagai orang nomor satu petani kelapa sawit di Indonesia, tentu lelaki 47 tahun itu banyak bercerita soal gimana caranya supaya petani kelapa sawit bisa menjadi bagian dari misi pemerintah; Stop Karhutla.

Lalu ada pula DR. Nurul Huda, SH., MH. Dosen hukum Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (UIR) yang juga Direktur Forum Masyarakat Bersih (Formasi) Riau.

Lelaki asal Rokan Hilir (Rohil) ini banyak menyodorkan soal pasal-pasal hukum terkait kelapa sawit dalam klaim kawasan hutan. Ayah dua anak ini juga banyak memberikan masukan terkait pentingnya petani kelapa sawit melek hukum, minimal hukum-hukum tentang lahan dan niaga.

Yang terakhir, ada Syahrin, Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Riau-Kepri, yang baru saja menuntaskan S2 hukumnya di UIR.

Sebagai mahasiswa, lelaki ini banyak memberikan masukan kepada petani kelapa sawit supaya terus mendorong anak-anaknya mengejar pendidikan setinggi-tingginya.

Puncak dari semua pembicaraan ketiganya; bahwa mereka sama-sama salut dengan apa yang sudah dibikin oleh Markas Polisi Daerah (Mapolda) Riau demi memerangi karhutla tadi.

Mapolda Riau membikin aplikasi berbasis teknologi internet bernama 'Dashboard Lancang Kuning'. Lewat aplikasi ini polisi bisa segera mendeteksi kapan dan dimana di tiap sudut wilayah Riau, nongol karhutla.

"Terobosan yang dibikin Polda Riau ini membikin kami semakin semangat untuk ambil bagian dalam memerangi karhutla. Jujur, saya salut dengan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang tak kenal waktu demi membikin Riau tanpa asap," kata Gulat kepada katakabar.com.

Oleh kesalutan itulah kata Gulat, saban waktu pula dia menyemangati semua petani kelapa sawit, khususnya yang berada di wilayah rawan karhutla, untuk terus siaga. "Kami petani kelapa sawit menjadi garda terdepan untuk semangat ini. Itulah makanya kami sudah membikin satuan-satuan tugas untuk itu. Kami juga membikin pos bersama dan pos pantau," terangnya.

Dan khusus di Riau, Gulat meminta supaya tidak sejengkalpun kebun petani kelapa sawit Apkasindo terbakar. "Bila perlu, kita tidur di kebun," tegas kandidat doktor lingkungan Universitas Riau ini semangat. 

Ketua DPW Apkasindo Riau, Santha Buana mengamini apa yang dikatakan Gulat. DPW Apkasindo Riau sendiri kata Santha sudah bergegas membentuk Satgas hingga ke Dewan Pimpinan Unit (DPU) Apkasindo di 11 kabupaten/kota di Riau.

"Saya sangat mengapresiasi semangat para petani untuk ikut menjadi bagian dari Polda Riau dalam memerangi karhutla. Dan saya sangat berterimakasih, unsur pimpinan di Polda Riau begitu banyak memberikan masukan dan semangat kepada kami," katanya.

Terkait Dasboard Lancang Kuning tadi, bukan hanya Gulat dan sederet petinggi lain mengapresiasi, Kapolri Jenderal Idham Aziz sendiri langsung memerintahkan 13 Polda di Indonesia untuk meniru apa yang dilakukan Polda Riau.

"Mudah-mudahan kebersamaan dan tanggap dini yang sudah dilakukan oleh semua lapisan masyarakat di Riau, mendapat ridho dari Tuhan. Di beri kesehatan kepada Gubernur Riau, Kapolda, Danrem dan seluruh elemen yang ada. Biar target yang sudah dibikin bisa tercapai," Nurul dan Syahrin berharap.

 

Editor : Aziz

Berita Terkait