Semangat HAN 2021, Total 1020 Anak Terima Remisi

Jakarta, katakabar.com - Sempena peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2021 bertajuk “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, pemerintah lewat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berikan Remisi Anak Nasional (RAN) Tahun 2021 totalnya 1020 Anak, pada Jumat (23/7) kemarin.

Dari jumlah itu, sebanyak 1001 Anak mendapatkan RAN I atau pengurangan sebagian dan 19 Anak mendapatkan RAN II atau langsung bebas.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga menjelaskan, pemberian RAN bentuk apresiasi, serta wujud nyata kehadiran negara dalam mengedepankan masa depan anak.

“Bagaimanapun mereka masa depan bangsa yang mesti kita lindungi. Pemberian remisi sebagai upaya kami mempercepat proses integrasi Anak dan mengurangi beban psikologi selama hidup di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA),” ujar Reynhard.

Dari 1001 Anak penerima RAN I, sebanyak 751 Anak mendapat remisi 1 bulan, 129 Anak mendapat remisi 2 bulan, 116 Anak mendapat remisi 3 bulan, dan 5 Anak mendapat remisi 5 bulan. Selain itu, dari 19 Anak penerima RAN II, 16 Anak mendapat remisi 1 bulan dan 3 Anak mendapat remisi 3 bulan. Penerima RAN tersebut tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, bebernya.

Penyumbang RAN Terbanyak

Pada 2021 ini, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sumatera Selatan dan Jawa Barat menyumbang penerima RAN terbanyak sejumlah 70 Anak per wilayah, disusul Kanwil Kemenkumham Riau dan Jawa Timur masing-masing sebanyak 66 Anak, dan Kanwil Kemenkumham Lampung sebanyak 65 Anak, rinci Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

“Kami berharap pemberian remisi ini dapat memotivasi anak untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan mengikuti pembinaan dengan lebih semangat. Meski mereka terbatas kemerdekaannya di dalam LPKA, mereka tetap mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak,” ulasnya.

Untuk itu, kepada Anak di seluruh LPKA khususnya penerima RAN II yang langsung bebas untuk tetap semangat meraih cita-cita dan menjadi manusia mandiri setelah kembali ke masyarakat. Saat ini terdapat 1.864 Anak yang tersebar di LPKA, lembaga pemasyarakatan, dan rumah tahanan negara di seluruh Indonesia, tambahnya.



Sumber: Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas, Rika A.

Editor : Sahdan

Berita Terkait