Semeru Erupsi, Masyarakat di Beberapa Dusun Diminta Waspada

Jakarta, katakabar.com - Masyarakat di beberapa dusun diminta tetap waspada terhadap erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

BPBD setempat menginformasikan hal tersebut menyusul awan panas guguran yang terjadi Selasa (1/12), pukul 01.23 dini hari lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau warga di Dusun Curah Koboan, Desa Supiturang dan Dusun Rowobaung, Desa Oro-oro Ombo untuk mewaspadai aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Wilayah tersebut berada di Kecamatan Pronojiwo. Selain kedua desa, warga di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro diminta hal yang sama.  

Menindaklanjuti potensi pengungsian, BPBD dan dinas terkait lainnya siapkan tempat evakuasi warga. Tempat yang disiapkan, meliputi lapangan di Dusun Kamar Kajang, berupa tenda keluarga dua unit, lapangan di Desa Supiturang, SDN 4 Supiturang, SDN Sumberwuluh, halaman di sekitar pos pantau Gunung Sawur dan pos komando di balai Desa Supiturang.

Tidak cuna tempat mengungsi, Palang Merah Indonesai (PMI) dan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang membantu pelayanan dapur umur, termasuk penyediaan air bersih. 

Perkembangan terkini, BPBD Kabupaten Lumajang menginformasikan warga yang sempat melakukan evakuasi telah kembali ke rumah masing-masing, sedangkan 1 orang diduga hilang dan masih dalam konfirmasi petugas di lapangan. 

BPBD mencatat sejumlah kerugian materiil berupa alat deteksi di wilayah Sawur, aset penambangan warga termasuk alat berat dan kendaraan, hewan ternak, area kebun dan sawah, infrastruktur pipa dan tempat usaha warga. 

Soal kondisi terakhir sekitar Gunung Semeru, dari pantauan pagi tadi, gunung terlihat jelas dan asap kawah tidak teramati. Awan panas guguran teramati dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah tenggara. Parameter aktivitas lainnya yaitu tremor 2 kali dengan durasi berkisar 1.798 hingga 2.400 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.

"Warga diminta untuk mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko."

BNPB terus memonitor penanganan darurat dan kondisi aktivitas vulkanik dengan berkoordinasi dengan BPBD setempat.


 

Tiba di Semeru

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo tiba di Lumajang Jawa Timur meninjau area terdampak lava Gunung Semeru.

"Prinsipnya, keselamatan rakyat nomor satu. Selamat dari bencana gunung berapi, dan selamat dari paparan Covid 19,” kata Doni kepada wartawan di Lembata NTT, seperti dikutip dari Situs Resmi BNPB RI.

Di daerah-daerah yang tertimpa musibah bencana alam, sejatinya memiliki ancaman ganda, meliouti bencana alam dan non alam (pandemi). Dalam setiap usaha tanggap darurat atau tanggap bencana, protokol kesehatan harus masuk dalam protap kegiatan. 

“Concern Kepala BNPB tersedianya fasilitas pengungsian yang memadai, dibarengi ketersediaan sarana mencuci tangan pakai sabun, ketersediaan masker, dan tempat pengungsian yang berjarak antara satu dan lainnya,” ujar Egy Massadiah.
 

Editor : Sahdan

Berita Terkait